Breaking News:

Guru Rudapaksa Santri

Keluarga Korban Rudakpaksa Guru Bejat Ungkap Perjuangan 6 Bulan Hingga Kasus Mencuat ke Publik

Ia menyesalkan kasus rudapaksa oleh guru ngaji sebesar ini baru mencuat ke publik, padahal menurutnya sudah enam bulan kasus ini berjalan.

Istimewa
Herry Wiryawan, guru ngaji bejat yang rudapaksa 12 santriwati di bawah umur hingga hamil. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Sebelas santriwati asal Garut jadi korban rudapaksa oleh Herry Wiryawan, guru ngaji di pesantren di Kota Bandung.

Peristiwa rudapaksa itu terjadi sejak 2016 dan baru terungkap pada 2021 setelah dibongkar netizen. 

Dari belasan santriwati yang dirudapaksa, banyak di antaranya yang hamil. Bahkan sudah ada yang hamil dua kali.

Keluarga korban, AN (34) mengatakan bersyukur kasus rudakpaksa terhadap anaknya berhasil mencuat ke publik.

Ia mengaku sudah sejak bulan Juni memperjuangkan hak keadilan bagi korban.

Baca juga: Korban Rudapaksa Empat Teman Suami Malah Dimarahi Polisi di Polsek, Dilarang Lapor ke Kantor

Bahkan, ia  dalam beberapa bulan yang lalu,sempat bertanya-tanya karena kasus tersebut sempat tidak ada kabar.

"Dulu saya sempat bertanya-tanya kenapa kasus ini tidak ada kejelasan, tapi sekarang alhamdulillah sudah viral, biar semua ikut memantau, biar hukum ditegakkan seadil-adilnya," ujarnya saat diwawancarai Tribunjabar.id, Kamis (9/12/2021).

Dari raut mukanya AN terlihat menyimpan sejuta amarah terhadap pelaku.

Bagaimana tidak, guru ngaji yang selama ini ia percayai untuk mendidik adiknya itu ternyata menghancurkan masa depan adik tercintanya.

Ia menyesalkan kasus sebesar ini baru mencuat ke publik, padahal menurutnya sudah enam bulan kasus ini berjalan.

Baca juga: Para Korban Rudapaksa Guru Bejat di Pesantren di Bandung Sudah Dapat Bantuan Pemprov Sejak Mei

"Enam bulan saya berjuang, enam bulan itu lama, korban sudah menderita sangat panjang, kenapa baru sekarang pas mau vonisan baru rame, saya minta keadilan seadil-adilnya," ujarnya.

AN juga menyoal tentang informasi proses hukum yang jarang ia dapati selama enam bulan terakhir ini.

"Saya warga Garut, tidak punya kenalan siapa-siapa di Bandung, mau nanya soal proses hukum juga ke siapa, saya tidak pernah tau perkembangan terkini," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved