Breaking News:

WASPADA DBD, Dalam 2 Bulan Terakhir di Sumedang Ada Penambahan 245 Kasus DBD, 3 Orang Meninggal

Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kembali mengonfirmasi tambahan 245 pasien demam berdarah dengue (DBD) selama dua bulan terakhir.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
DOKUMENTASI KOMPAS
Waspada Nyamuk Demam Berdarah. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kembali mengonfirmasi tambahan 245 pasien demam berdarah dengue (DBD) selama dua bulan terakhir.

Sehingga, pasien DBD di kabupaten yang terkenal dengan sebutan Kota Tahu itu kini berjumlah 762 orang.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Aep Dadang Hamdani menyebutkan, dalam dua bulan terakhir terjadi penambahan 245 pasien DBD di Sumedang.

Tren kasus tersebut, kata dia, tersebar di seluruh kecamatan.

Selain itu, kata dia, angka kematian akibat DBD bertambah sebanyak 3 kasus.

"Sejak Januari hingga November, secara kumulatif jumlah kasus DBD di Sumedang mencapai 762 orang dengan 8 kasus kematian," kata Aep Dadang Hamdani di Sumedang, Rabu (8/12/2021).

"Kasus kematian akibat DBD tersebut 3 orang di antaranya merupakan warga Kecamatan Jatinangor, 3 orang warga Kecamatan Sumedang Utara, 1 orang warga Kecamatan Buahdua, dan 1 orang merupakan warga Kecamatan Cimanggung," ucap Aef, menambahkan.

Aef mengatakan, tren kasus DBD di Sumedang terus meningkat signifikan saat memasuki musim penghujan di tahun ini.

"Saat musim penghujan kasus DBD meningkat signifikan, dan diperkirakan akan turun pada bulan Februari dan Maret 2022, mendatang, " ujarnya.

Aef menambahkan, pihaknya terus mengupayakan langkah pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten yang dipimpin oleh Dony Ahmad Munir itu.

Kemudian, kata Aef, pihaknya mengajak masyarakat Sumedang kuntuk mulai menerapkan gerakan “Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (jumantik), dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sudah digerakan oleh seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM), dan beberapa daerah yang memenuhi syarat fogging juga sudah dilakukan.

"Hal ini dilakukan untuk mencegah penyakit Demam Berdarah, " katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved