Akses Menuju Wisata Curug Tilu Diblokir Mantan Kades, Warga Inisiatif Buka Jalan Alternatif
Warga setempat Ade Jamaludin (45) mengatakan, untuk mencapai wilayah sekitar Curug Tilu, saat ini ia dan sejumlah warga lain berinisiatif membuat akse
Penulis: Irvan Maulana | Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana
TIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Akibat jalan menuju destinasi wisata Curug Tilu ditutup oleh mantan Kades Ciririp, kini warga dan para pedagang di sekitar destinasi wisata tersebut berinisiatif membuka jalan baru.
Jalan yang mesti ditempuh sekarang terbilang rumit dan agak lebih jauh, sebab akses sebelumnya ditutup oleh Mahdum yang merupakan mantan Kades Ciririp dan mengakui kepemilikan atas tanah tersebut.
Warga setempat Ade Jamaludin (45) mengatakan, untuk mencapai wilayah sekitar Curug Tilu, saat ini ia dan sejumlah warga lain berinisiatif membuat akses baru.
Baca juga: Gara-gara Mantan Kades Tutup Akses Curug Tilu, Nenek Ini Kehilangan Pekerjaannya
Selama ini, jalan menuju wisata Curug Tilu tidak hanya digunakan wisatawan masuk ke lokasi wisata, namun juga digunakan warga setempat untuk mengambil hasil hutan dan berjualan di sekitar lokasi wisata.
"Saat ini jalan yang sedang dibuat persis bersebelahan dengan jalan awal menuju Curug Tilu. Kita inisiatif karena kasihan warga yang mau ke hutan ngambil kayu tidak ada jalan. Kalau mau ke lokasi Curug Tilu juga bisa lewat jalan baru ini, tapi agak jauh karena melingkar ke bukit," kata Ade ketika ditemui di lokasi menuju Curug Tilu, Rabu (8/12/2021).
Diketahui sebelumnya, mantan Kades Ciririp Mahdum yang dikenal dengan nama Kades Sultan memblokir akses menuju lokasi wisata yang ada di desanya usai kalah dalam pertarungan Pilkades beberapa waktu lalu.
Baca juga: Kalah di Pilkades, Mantan Kades Ciririp di Purwakarta Tutup Akses ke Destinasi Wisata Curug Tilu
Direktur Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Ciririp, Anwar Ibrohim mengatakan, pemblokiran akses menuju destinasi wisata tersebut diduga dipicu permasalahan politik.
"Penutupan Curug Tilu ini diduga karena perselisihan politik, mantan kades itu dikalahkan dalam pilkades kemarin," ujar Anwar ketika dihubungi Tribun melalui sambungan telepon, Selasa (7/12/2021).
Dilanjutkan Ade, apa yang dilakukan Kades Sultan merupakan tindakan keterlaluan, sebab ada banyak warga Ciririp yang bergantung pada akses tersebut.
Akses itu tidak hanya digunakan wisatawan menuju destinasi wisata Curug Tilu, akses tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat yang hilir mudik mengambil hasil hutan.
Bahkan beberapa masyarakat lain seperti pedagang warung di sekitar akses menuju lokasi juga terganggu.
"Yang jualan semuanya warga di sini, mereka jualan makanan ringan, minuman bahkan ada yang jual nasi liwet. Kasihan mereka, padahal penghasilannya cuma jualan disini, jadi gak punya penghasilan karena aksesnya ditutup," ujar Ade.
Baca juga: Gara-gara Mantan Kades Tutup Akses Curug Tilu, Nenek Ini Kehilangan Pekerjaannya
Tembok yang dibangun Kades Sultan untuk memblokir akses tersebut mencapai puluhan meter panjangnya, dengan tinggi dua meter, di bibir sungai ia juga memasang kawat berduri agar tak bisa dilalui.
Menanggapi hal tersebut Kades Sultan, Mahdum mengungkap, ada beberapa alasan yang menjadi dasar ia memblokir akses menuju destinasi wisata tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/destinasi-wisata-curug-tilu-desa-ciririp.jpg)