UPDATE Kasus Kematian Nwr Gegara Bripda Randy si Polisi Jahat, Sebut Keterlibatan Orangtua

Fakta baru kasus kematian mahasiswi Nwr minum racun karena depresi disuruh aborsi oleh Bripda Randy si polisi jahat.

Editor: Mega Nugraha
Istimewa/MemoMedsos
Beredar foto polisi jahat Bripda Randy yang terlibat aborsi kehamilan pacarnya, Nwy yang belakangan mati minum racun di makam ayahnya. 

TRIBUNJABAR.ID- Fakta baru kasus kematian mahasiswi Nwr minum racun karena depresi disuruh aborsi oleh Bripda Randy si polisi jahat.

Nwr sebelum meninggal minum racun karena depresi ternyata pernah menemui advokat Alex Askohar dari LBH Permata Law Kota Mojokerto.

Alex Askohar mengatakan, saat itu, Nwr tampak tertekan dan sempat menangis ceritakan masalah dengan pacarnya, si polisi jahat, Bripda Randy yang bertugas di Polres Pasuruan.

Baca juga: PERINGATAN DINI Gelombang Tinggi Laut Pesisir Selatan Jabar, Wisatawan di Pangandaran Harus Waspada

"Sebenarnya saya tidak tahu siapa si NW ini, siang-siang datang rumah saya, dia hanya menangis kemudian bilang kalau ada masalah dengan pacarnya (Bripda Randy Bagus, Red)," ungkap Alex Askohar dikutip dari Surya.

Dari cerita Nwr, sesuai dengan keterangan polsi, Nwr sempat hamil dan bersama pacarnya, pernah aborsi kehamilan tersebut.

Nwr berencana melaporkan si Bripda Randy dan keluarganya karena tidak bertanggung jawab. Bahkan, kepada Alex Askohar, orangtua Bripda Randy diduga turut menekan Nwr untuk aborsi.

"Setelah menggugurkan itu, dia (Randy Bagus) tidak bertanggung jawab dan ada tekanan dari pihak keluarga laki-laki," bebernya.

Saat itu, dia siap memberikan bantuan dan pendampingan hukum untuk melaporkan Bripda Randy. Namun syaratnya disertai bukti.

Baca juga: Viral Foto Bripda Randy Diborgol dan Dibui, Menyuruh Nwy Depresi lalu Mati Minum Racun

"Saya siap mendampingi dengan catatan bukti-bukti harus lengkap, kalau bukti tidak lengkap saya tidak bisa lantaran itu dasar kami untuk mendampingi dalam persidangan," jelasnya.

Masih kata Alex, korban kembali menemuinya pada awal November 2021. Kondisi korban semakin tertekan, bahkan ingin mengakhiri hidupnya.

"Dia datang lagi, katanya sudah tak kuat harus ke mana lagi curhat bahkan ingin akhiri hidup. Lalu saya arahkan, akan saya bantu bersama istri yang juga lawyer mencari solusi minta keadilan, setelah itu pulang," terangnya.

Baca juga: Cerita Lina dan Ibu Hamil Tua Lari Belasan Kilo saat Dikepung Lahar dan Awan Panas Gunung Semeru

Nwr kembali menghubungi Alex dan bercerita akan akhiri hidup di rumahnya di Kabupaten Mojokerto, awal November 2021.

"Terus dia WhatsApp saya, katanya pak saya sudah tidak kuat lagi saya mau bunuh diri, saya lihat fotonya pucat, saya gak tega bersama istri langsung ke rumahnya. Malah orang tuanya tidak tahu, lalu buka kamar kondisi korban sudah lemas dan diselamatkan di rumah sakit," ucapnya.

Berselang sekitar tiga pekan, korban kembali mendatangi LBH Permata dalam kondisi kurang sehat. Kemudian, korban menyerahkan beberapa bukti-bukti terkait kronologi tindakan paksaan aborsi serta permohonan maaf telah merepotkan keluarga pengacara tersebut.

Baca juga: Pamer Kesuksesan di Instagram, Justru Nyinyiran yang Didapat Rizky Billar, Dikaitkan dengan Lesti

Halaman
1234
Sumber: Surya
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved