Cerita Lina dan Ibu Hamil Tua Lari Belasan Kilo saat Dikepung Lahar dan Awan Panas Gunung Semeru

Selamat dari letusan Gunung Semeru jadi berkah terbesar bagi warga yang selamat dari incaran lahar dan awan panas. 

Editor: Mega Nugraha
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Awan panas meluncur dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin (6/12/2021). Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Semeru kembali mengeluarkan awan panas dengan jarak luncur sejauh 2,5 kilometer yang mengarah ke Besuk Kobokan. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

TRIBUNJABAR.ID- Selamat dari letusan Gunung Semeru jadi berkah terbesar bagi warga yang selamat dari incaran lahar dan awan panas

Seperti dialami Lina (23) warga Dusun Curah Kobokan Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang.

Saat ini, dia bersama warga lainnya yang selamat mengungsi di Balai Desa Penanggal. Rumahnya hancur tertimbun lahar panas letusan Gunung Semeru.

Dia menceritakan perjuangannya bisa lolos dari lahar panas dan awan panas. Lina bersama satu anak dan ibunya selamat namun sempat terjebak 30 menit dari kepungan lahar.

Baca juga: PERINGATAN DINI Gelombang Tinggi Laut Pesisir Selatan Jabar, Wisatawan di Pangandaran Harus Waspada

Tidak hanya itu, dia juga terjebak di rumah saat abu vulkanik menghujani rumahnya.

"Awalnya dengar ledakan dan suara hujan batu di atap rumah. Saat itu semua keluar rumah," kata Lina, dikutip dari Surya, Selasa (7/12/2021). Saat sudah di luar rumah, ternyata ada ancaman lain.

"Di luar, di jalan sudah ada lahar dingin," kata dia.

Dia sempat kebingungan kemana harus melarikan diri bersama anggota keluargana. Apalagi, tidak ada tanda jalur evakuasi.

"Saya pokoknya lari, baru sampai Dusun Kamar Kajang ada Tim SAR. Mobil mereka gak bisa masuk, karena banyak pohon yang jatuh," cerita Leni sambil menyeka air mata.

Ibu Hamil Lari Belasan Kilo

Kisah dramatis juga dialami Ayuningsih (23), ibu hamil 9 bulan warga Dusun Curah Kobokan Pronojiwo Kabupaten Lumajang.

Baca juga: Seusai Gunung Semeru Erupsi, Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas dan Guguran Lava

Di tengah hamil dia, dia bersama suaminya M Nur efendy (23) selamat dari sapuan awan panas dengan cara berlari belasan kilometer sampai ke tempat aman.

"Usia kehamilan saya sembilan bulan. Saya tak memikirkan apa-apa, pokonya saya, anak yang dikandung, dan suami selamat," katanya.

Selama berlari belasan kilo, perutnya sakit. Tidak hanya itu, kakinya juga terinjak warga lain saat berlari.

Halaman
123
Sumber: Surya
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved