Selasa, 2 Juni 2026

Karakter Dua Gunung Api Aktif di Jabar Ini Sama seperti Gunung Semeru: Bisa Meletus Tiba-tiba

Gunung api aktif Gunung Tangkubanparahu Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Gunung Papandayan di Kabupaten Garut berkarakter sama dengan Gunung Semeru

Tayang:
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Petugas saat membersihkan area Gunung Tangkubanparahu, Senin (29/7/2019). 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Dua gunung api aktif di Jabar, Gunung Tangkubanparahu di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Papandayan di Kabupaten Garut punya karakter yang sama dengan Gunung Semeru. Bisa meletus tiba-tiba.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Dani Ramdan, mengatakan masyarakat di sekitar Gunung Tangkubanparahu sebaiknya mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

Baca juga: Truk Penambang Pasir Ditemukan, Guntur dan Bagong Masih Hilang Seusai Letusan Gunung Merapi

Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan para pendaki, menurut Dani, juga direkomendasikan agar tidak turun ke dasar Kawah Ratu dan turun atau mendekat ke kawah-kawah aktif lain Gunung Tangkuban Parahu.

"Warga juga tidak boleh menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkubanparahu, terlebih ketika cuaca mendung dan hujan karena terdapatnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan manusia," ujarnya kepada Tribun saat dihubungi melalui telepon, Minggu (5/12).

Kondisi serupa, ujar Dani, juga terjadi di Gunung Papandayan di Garut. Masyarakat di sekitar Gunung Papandayan, pengunjung, wisatawan, dan pendaki juga tidak diperbolehkan beraktivitas dan menginap dalam kawasan bukaan kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Papandayan.

Baca juga: Lihat Tanda-tanda Alam Ini, Mursid dan Ponidi Selamat dari Letusan Gunung Semeru

Yaitu, Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, Kawah Manuk/Balagadama dalam radius 500 meter, serta ketika cuaca mendung dan hujan.

Masyarakat di sekitar Gunung Papandayan, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata Gunung Papandayan juga harus mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

Dani mengatakan, selain dua gunung api tadi, ada lima gunung api lain yang terus dipantau di Jabar. Yakni Gunung Salak di Sukabumi dan Bogor; Gunung Gede di Cianjur, Bogor, dan Sukabumi.

Gunung Guntur di Garut; Gunung Galunggung di Tasikmalaya dan Garut; dan Gunung Ciremai di Kuningan dan Majalengka.

Baca juga: Youtuber Ini Ungkap Manfaat Sekolah Bersama Anak-anak Orang Kaya, Ini yang Dia Alami

"Berdasar info dari Vulkanologi, sejauh ini dari tujuh gunung berapi aktif yang ada di Jabar statusnya masih aman semua," ujar Dani.

Gunung Papandayan
Gunung Papandayan (Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari)

"Namun, untuk kesiapsiagaan, di setiap kabupaten atau kota di sekitar gunung berapi tersebut telah disusun rencana kontijensi," katanya.

Jalur Evakuasi

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog), BPBD KBB, Asep Sulaeman, mengatakan, mitigasi bencana dan sosialisasi sudah mereka lalukan kepada masyarakat sesuai rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Kalau yang namanya gunung api pasti sama. Makanya kami sudah menyusun rencana kontijensi dan antisipasi dengan melakukan pemantauan sebagai langkah pencegahan," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar, kemarin.

Mereka, kata Asep, juga telah menyiapkan jalur evakuasi dan titik kumpul warga di ruang terbuka atau tanah lapang yang aman.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved