Kamis, 9 April 2026

Lihat Tanda-tanda Alam Ini, Mursid dan Ponidi Selamat dari Letusan Gunung Semeru

Warga Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang merasakan tanda alam sebelum letusan Gunung Semeru terjadi.

Editor: Mega Nugraha
AMAN ROCHMAN / AFP
Abu menutupi rumah dan pepohonan di lereng Gunung Semeru di Lumajang pada 5 Desember 2021, sehari setelah letusan gunung berapi di gunung yang menewaskan sedikitnya 14 orang. (Photo by AMAN ROCHMAN / AFP) 

TRIBUNJABAR.ID- Warga Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang merasakan tanda-tanda alam sebelum letusan Gunung Semeru terjadi.

“Semua air di daerah sini ini kotor semua. Setelah ada air kotor pasti turun lahar gitu. Dan hujan terus menerus. Warga sini sudah tahu (pertandanya)," ujar Mursid (50), Senin (6/12/2021).

Berubahnya air jadi keruh diduga karena hulu sungai sudah bercampur dengan abu erupsi Gunung Semeru.

"Dari debu, jadi ke aliran air bisa kotor," ucap pria asal Dusun Sumbersari itu.

Baca juga: Viral Aksi Petugas Dishub Gadungan di Bogor Lakukan Pungli, Dapat Duit hingga Jutaan Rupiah

Hal senada dikatakan warga lainnya yang muga melihat keruhnya aliran lahar jadi keruh.

"Sebelumnya air keruh," bebernya.

Ada juga tanda alam lain yang dirasakan warga sebelum letusan Gunung Semeru terjadi.

"Jadi gunung itu tergores lava putih. Nunggu berapa hari lagi pasti terjadi lahar," tuturnya.

Jika fenomena itu muncul, warga akan waspada. Ponidi menyampaikan, saat erupsi pada Sabtu (4/12/2021), warga sudah menyadari potensi bahaya itu. Warga kemudian mengevakuasi diri.

Baca juga: Letusan Gunung Semeru: Anak dan Ibu Meninggal dalam Keadaan Berpelukan, Terkubur di Reruntuhan

"Saya sempat melihat datangnya (awan panas). Waktu itu alirannya masih kecil. Kalau keluarga saya sudah mengungsi. Saya masih di sini melihat datangnya, tapi saya sedia motor buat kabur," terangnya.

Meski telah berjaga-jaga secara mandiri sebelum erupsi, Ponidi menyebutkan bahwa warga tidak memperoleh peringatan dini untuk waspada.

Gunung Merapi Erupsi

Sementara itu, kemarin, Senin (6/12/2021) Gunung Merapimengeluarkan tiga kali awan panas guguran. Selain itu, teramati sembilan kali guguran lava.

"Teramati 3 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.800 meter mengarah ke barat daya," ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 12.00 WIB - 18.00 WIB, Senin (06/12/2021).

Dari data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), tiga kali awan panas guguran terjadi pada pukul 16.09 WIB, 16.44 WIB dan 17.24 WIB.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved