Breaking News:

Dedi Mulyadi Pasang Badan Bantu Ibu di Bekasi yang Dipolisikan oleh Lima Anak Kandung karena Warisan

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi pasang badan untuk melindungi Rodiah (72), seorang ibu renta yang dilaporkan

Editor: Ichsan
dok.dedi mulyadi
Dedi Mulyadi Pasang Badan Bantu Ibu di Bekasi yang Dipolisikan oleh Lima Anak Kandung karena Warisan 

TRIBUNJABAR.ID -  Anggota DPR RI Dedi Mulyadi pasang badan untuk melindungi Rodiah (72), seorang ibu renta yang dilaporkan oleh lima anak kandungnya ke polisi dengan tuduhan penggelapan tanah warisan

Dedi Mulyadi menemui Rodiah di rumahnya di Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Rodiah yang sudah tidak bisa berjalan sejak lima tahun lalu itu tinggal bersama anak keduanya M Saogi dan si bungsu Dian.

“Anak Emak (Rodiah) ada delapan. Yang pro ada tiga, yang lima lainya mah ngezalimin,” kata Rodiah sambil terduduk di lantai.

Ia menyebut anak pertama bernama Sonya sejak awal ingin menguasai harta. Total ada sekitar 9.000 m2 tanah di empat lokasi yang ingin dikuasai. Sejatinya harta tersebut adalah hasil kerja keras Rodiah dan almarhum suaminya membuka usaha batu bata sejak muda.

Baca juga: Dedi Mulyadi Minta Pejabat Teras KLHK Jujur Soal Banjir Kalimantan, Jangan Cuma Nyalahin Curah Hujan

Menurut Rodiah, tanpa diminta pun ia akan membagikan harta tersebut secara adil. Hanya saja Sonya ingin menjual dan membagikan harta tersebut.

“Oleh Emak memang mau dijual nanti uangnya dibagikan mumpung masih hidup. Tapi itu tanah mau dijual oleh anak saya yang pertama, enggak mau oleh saya. Padahal kan saya masih hidup. Harusnya kan setengah dijual karena saya masih ada, nanti kalau saya sudah tidak ada silakan dibagi lagi sisanya,” ucap Rodiah.

“Orang tua mah tidak perlu diminta nanti juga dikasih. Tapi kan ini usaha (tanah) kan dapat saya (usaha batu bata) bukan (milik) anak. Kalau yang bontot (bungsu) dapat lebih ya wajar karena dia yang ngurus, mandikan, nyebokin, nyuapin Emak,” jelas Rodiah melanjutkan.

Sementara itu Dian menjelaskan pelaporan bermula saat ayahnya meninggal dunia pada 9 Januari 2019. Tiga hari setelah sang ayah meninggal, anak pertama mengambil secara paksa AJB tanah dari tangan ibunya. Bahkan di hari ketujuh ayahnya meninggal sang ibu dipaksa untuk tanda tangan berkas.

Dedi Mulyadi Pasang Badan Bantu Ibu di Bekasi yang Dipolisikan Lima Anak Kandung karena Warisan
Dedi Mulyadi Pasang Badan Bantu Ibu di Bekasi yang Dipolisikan oleh Lima Anak Kandung karena Warisan

Beberapa waktu kemudian Sonya dan keempat anak yang lain datang untuk merebut seluruh surat-surat berharga. Saat itu bahkan terjadi keributan mulai dari Magrib hingga Subuh yang ditengahi oleh Ketua RW setempat.

“Di situ mulai keluar bahasa kasar tidak pantas ke Mamah. Setelah 40 hari (ayah meninggal) Mamah dilaporkan ke polisi sampai BPN. Dilaporkan dituduh menggelapkan semua surat tanah. Padahal kan itu masih hak Mamah. Yang melaporkan itu anak pertama, ketiga, keempat, keenam sama ketujuh,” ujar Dian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved