Breaking News:

Warga Sumedang Mengeluh Hampir Satu Tahun e-KTP Tak Kunjung Selesai, Polisi Diminta Turun Tangan

Sejumlah warga di Kabupaten Sumedang mengeluh lantaran pembuatan e-KTP yang mereka ajukan sudah hampir satu tahun tak kunjung selesai.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
DOKUMENTASI KOMPAS.COM
Illustrasi e-KTP. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sejumlah warga di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengeluh lantaran pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang mereka ajukan sudah hampir satu tahun tak kunjung selesai.

ZA (40), warga Kecamatan Cimanggung, ia mengaku sudah hampir satu tahun mengajukan pembuatan e-KTP, namun tak kunjung jadi.

"Saya sudah lama melakukan perekaman e-KTP, tetapi sudah hampir satu tahun belum jadi. Alasan dari pihak kecamatan Cimanggung keterlambatannya terjadi akibat blangko di Disdukcapil-nya kosong," ucap ZA di Cimanggung, Kamis (2/12/2021) pagi.

Baca juga: Pasangan yang Baru Menikah di Cimahi Otomatis Ganti Kartu Keluarga dan E-KTP Karena Ada Sistem Ini

Dia berharap, Pemkab Sumedang segera membenahi kualitas pelayanannya kepada masyarakat. Sebab, kata dia, e-KTP ini sangat dibutuhkan warga untuk keperluan persyaratan administrasi seperti perbankan, pengobatan, dan kebutuhan lainnya.

"Kalau memang terjadi kekosongan blangko, kenapa di daerah lain tidak terjadi. Saya berharap Pemkab Sumedang segera berbenah, jangan membuat warga kesal," tuturnya.

Ucapan senada dilontarkan oleh pria berinisial AK (39) warga Jatinangor, ia mengaku sudah hampir enam bulan lebih e-KTP yang ia ajukan tak kunjung selesai.

"Ya benar, saya mengajukan pembuatan e-KTP sudah enam bulan lamanya, namun hingga saat ini tak kunjung jadi," ujar AK (39) kepada TribunJabar.id, di Jatinangor.

Dia mengatakan, beberapa kali ia bertanya soal KTP elektroniknya ke pihak Kecamatan Jatinangor.

Baca juga: Disdukcapil Sumedang Siap Fasilitasi Transgender Miliki E-KTP, Begini Syarat yang Mesti Dipenuhi

Tetapi, kata dia, pihak kecamatan kerap memberikan jawaban jika blangko di Discdukcapil nya masih kosong.

Meski begitu, kata dia, pihaknya melihat dan mendengar langsung jika warga lain yang mengajukan pembuatan e-KTP melalui jalur Non-formal bisa langsung jadi.

"Kalau memang blangkonya kosong, kenapa jalur Non-formal bisa langsung dicetak. Satu dua hari juga sudah beres e-KTP nya, tetapi saya sudah enam bulan tak kunjung jadi, kan aneh," ujar dia.

"Saya berharap, kepolisian turun tangan mengatasi permasalahan ini. Kami mencurigai ada permainan yang dilakukan oknum di Disdukcapil Sumedang," kata AK, menambahkan.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved