Breaking News:

Demo Buruh

Buruh Bertemu Wagub Jabar, Minta UMK 2022 Tak Berdasar PP 36, Jika Disanksi Buruh Siap Membela

Buruh bertemu Wagub Jabar dan meminta provinsi menetapkan UMK 2022 tak berdasar PP 36.

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menemui perwakilan buruh di depan Gedung Sate. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perwakilan buruh yang berunjuk rasa berkesempatan berbincang di depan Gedung Sate bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Rhuzanul Ulum terkait penetapan upah minimum kota/kabupaten (UMK) 2022. 

Suara buruh itu disampaikan oleh Koordinator Aliansi Buruh Jawa Barat, Ajat Sudrajat.

Menurutnya, perbincangan bersama Uu Ruzhanul Ulum bahwa para buruh siap untuk menunggu keputusan dari Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

"Kami masih tunggu apakah ikuti instruksi pemerintah pusat yang artinya menetapkan UMK sesuai PP 36 atau keluar dari PP 36. Barusan Pak Uu menjawab masih ada kebingungan dari provinsi soal sanksi yang dikeluarkan pusat," katanya, Selasa (30/11/2021).

Ajat juga menyampaikan kepada Uu, apabila sampai gubernur dan waguh mendapatkan sanksi, maka para buruh, lanjutnya akan mengeluarkan seluruh kekuatan membela mereka.

"Kami hanya ingin keberanian dari gubernur dan wagub untuk menetapkan nilai UMK 2022 keluar dari PP 36, yang dihitung antara 5 sampai 6 persen. Saya rasa itu sudah win win solution. Dan kami pahami keinginan pusat dan tolong pemerintah juga memahami kami," ujarnya.

Dia juga menyarankan kepada pemerintah provinsi jika masih bingung, agar menyampaikannya ke pusat melalui kementerian yang membidangi ketenagakerjaan.

"Artinya, bukan meniru DKI Jakarta. Tapi, DKI Jakarta elegan dan memahami bahwa nilai upah kecil serta tak wajar, maka menyerahkan ke pusat atau kementerian. Intinya, jangan sampai putusan hari ini kami mendengar akan menetapkan sesuai PP 36. Jika seperti itu, kami tak tanggung jawab jika para buruh nanti emosional," ucapnya.

Ajat juga menegaskan para buruh kecewa terhadap Ridwan Kamil yang tak bisa menemui mereka yang tengah berunjuk rasa di kantornya.

Dia berharap Ridwan Kamil segera pulang dari Bogor dan berdialog dengan buruh soal UMK ini.

"Kami ingin RK segera pulang dan berdialog mencari formulasi juga solusi. Jika hasil ini tak memuaskan kami pun mengancam mogok nasional entah waktunya seminggu, dua minggu, atau bahkan sebulan," katanya.

Baca juga: Wakil Gubenur Berencana Temui Massa Buruh di Gedung Sate, Buruh Hanya Mau Bertemu Sosok Ini

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved