Penelitian Sebut Bahan Makanan yang Banyak Ini Efektif Turunkan Risiko Diabetes dan Penyakit Jantung
Salah satu kandungan mineral dalam kedelai adalah isoflavon yang dipercaya bisa menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung.
TRIBUNJABAR.ID - Kedelai kerap dihubungkan dengan penyakit diabetes dan jantung.
Berdasarkan penelitian, kedelai bisa menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung.
Kedelai, kacang-kacangan yang menyimpan banyak mineral dan vitamin.
Salah satu kandungan mineral dalam kedelai adalah isoflavon yang dipercaya bisa menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung.
Mengutip dari Sciencedaily.com, ilmuwan nutrisi yang dipimpin oleh Young-Cheul Kim di Universitas of Massachusetts Amherst mengidentifikasi hubungan antara kedelai dengan risiko diabetes serta penyakit jantung.
Kim mengatakan makanan yang dikonsumsi memberikan dampak luar biasa pada kesehatan.
Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa diet bisa mengubah jumlah salinan gen tertentu yang mengarah pada perubahan biologis.
Dalam percobaannya dengan sel tikus, Kim mempelajari bagaimana sel lemak berkembang dalam tubuh dan rekannya berfokus pada daidzein, salah satu dari dua isoflavon utama yang ditemukan dalam kedelai.
Banyak pengamatan epidemiologi dan studi klinis manusia telah menunjukkan bahwa menambahkan kedelai ke dalam makanan dihubungkan dengan risiko diabetes yang lebih rendah serta peningkatan sensitivitas insulin, dan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.
Namun, sampai sekarang jaringan target langsung dan jalur molekuler kedelai yang memberikan efek anti-diabetes tidak dipahami dengan jelas.
Kim bersama dengan rekan di Southern Illinois University, dan peneliti dari Universitas Tennessee dan Florida, sebelumnya telah menemukan bahwa isoflavon bisa mengurangi keparahan diabetes pada model hewan penyakit dengan meningkatkan aktivitas regulator transkripsi tertentu dalam jaringan lemak.
Untuk studi saat ini, mereka berhipotesis bahwa daidzein dan metabolitnya, equol, adalah bagian dari proses aktivasi ini.
Mereka menemukan bahwa daidzein dan equol meningkatkan diferensiasi adiposit, atau pembentukan sel lemak, melalui aktivasi regulator transkripsi kunci, reseptor yang sama yang memediasi efek sensitisasi insulin dari obat anti-diabetes.
Jadi, daidzein dan equol daidzein dan equol tampaknya bekerja dengan cara yang sama seperti obat anti-diabetes yang saat ini ada di pasaran.
Temuan mereka dipublikasikan dalam Journal of Nutritional Biochemistry versi online September.