Cerita Satu Keluarga Jadi Copet, Sengaja Datang dari Jakarta Untuk Beraksi di Sirkuit Mandalika

Komplotan copet saat digelar World Suerbike (WSBK) 2021 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat diringkus polisi.

Editor: Mega Nugraha
Humas Polda NTB
Komplotan copet saat digelar World Suerbike (WSBK) 2021 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat diringkus polisi. 

TRIBUNJABAR.ID- Komplotan copet saat digelar World Suerbike (WSBK) 2021 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat diringkus polisi.

Para komplotan copet ini ternyata delapan orang dan mayoritas satu keluarga. Direktur Ditreskrimum Polda NTB, Kombes Hari Brata menerangkan, mereka bukan warga Lombok melainkan datang dari Jakarta.

Mereka datang ke Lombok hanya dengan satu misi; jadi copet di WSBK di Sirkuit Mandalika. Selama ini, mereka juga sering mencopet di luar negeri.

Baca juga: Dedi Mulyadi Temui Yudha, Mahasiswa yang Permasalahkan Kewenangan Anggota DPR RI Pungut Sampah

"Jadi mereka tidak hanya beroperasi di Lombok, melainkan di daerah lain seperti Batam, di mana mereka sudah 50-an kali penjambretan, bahkan sampai ke Malaysia dan Singapura," ungkap Kombes Hari Brata dikutip dari Kompas.com.

Hari Brata mengemukakan, sebenarnya ada delapan orang dalam kelompok tersebut. Empat di antaranya yakni DC, LO, DA adalah satu keluarga. Sedangkan AW ialah tetangga mereka. Komplotan itu datang dari Jakarta pada Jumat (19/11/2021).

Mereka menginap di sebuah kos-kosan di Desa Gerupuk. Untuk menuju ke lokasi balapan, komplotan tersebut menyewa kendaraan.

"Empat di antaranya (satu keluarga) sudah ditetapkan tersangka. Sedangkan empat lainnya masih didalami, dan kami akan terus lakukan pengembangan agar komplotan mereka ini berhasil kami ringkus hingga ke akarnya," tegas Hari.

Baca juga: Pelajar di Bandung Terancam Pidana Mati, Rudapaksa dan Habisi Nyawa Anak Gadis Sepulang Ngaji

Ia menerangkan, komplotan copet ini menyasar tas, terutama milik wanita yang terbuka dan sedang lengah. Mereka kemudian bekerja sama mengoper, memepet hingga mengambil barang berharga milik korban.

"Anak pelaku bertindak sebagai pengalih perhatian, ibunya sebagai eksekutor, tetangga pelaku mengoper barang, dan terakhir suami atau bapak pelaku bertindak sebagai pengumpul barang," kata Hari Brata.

Salah satu di antara mereka kemudian tertangkap saat berada di Sirkuit Mandalika. Sedangkan tiga lainnya ditangkap di Pelabuhan Lembar.

Lalu, berdasarkan pengembangan, polisi kembali menangkap empat orang lainnya di kapal feri menuju ke Bali.

Atas perbuatannya, para pelaku disangkakan pasal pasal 363 tentang pencurian dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Baca juga: Kronologi Gadis 10 Tahun di Bandung Pulang Ngaji Dirudapaksa Lalu Dihabisi, Pelaku Masih Pelajar

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved