Breaking News:

Tanggul Sungai Cisunggalah Sering Jebol, Bupati Bandung: Sungai Mesti Diperlebar dan Diperdalam

Sebelumnya, tanggul jebol di Sungai Cisunggalah mengakibatkan banjir bandang yang membuat 3 rumah rusak berat dan 1 rusak ringan.

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, meninjau tanggul jebol di Sungai Cisunggalah, Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Kamis (18/11/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Tanggul Sungai Cisunggalah di Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, sudah beberapa kali jebol hingga mengakibatkan banjir bandang.

Terakhir, pada Rabu (17/11/2021) sore, tanggul Sungai Cisunggalah jebol lagi, namun tak ada rumah warga yang rusak.

Sebelumnya, tanggul jebol di Sungai Cisunggalah mengakibatkan banjir bandang yang membuat 3 rumah rusak berat dan 1 rusak ringan.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyebutkan untuk mengantisipasi hal tersebut, harus ada pelebaran, pendalaman, Sungai Cisunggalah, dan berencana membuat kolam retensi. 

"Kami tetap mengusulkan kepada BBWS, untuk jangka panjangnya harus ada pelebaran dan pendalaman sungai karena nanti semakin banyak penduduk," ujar Dadang Supriatna saat menijau lokasi tanggul jebol di Sungai Cisunggalah, Kamis (18/11/2021).

Baca juga: Tanggul Sungai Cisunggalah di Solokan Jeruk Bandung Kembali Jebol, 156 Rumah Alami Kerusakan

Menurutnya, pertambahan penduduk tidak bisa dihindari. Karena itu, pendalaman dan pelebaran Sungai Cisunggalah adalah salah satu upaya untuk mencegah banjir.

"Saya minta kepada Pak Kades untuk bisa musyawarah dengan RT dan RW sehingga nanti ada keputusan lalu membuat surat kepada saya. Saya akan mendorong adanya pelebaran dan pendalaman sungai," kata Dadang Supriatna.

Saat ditanya soal cara mengurangi volume air yang mengalir ke Sungai Cisunggalah dan melewati Desa Panyadap, Dadang mengatakan akan memantau hulu sungai dulu.

"Kalau ada area, kurang lebih 5 hektare, nanti kami bebaskan sehingga ada penampungan air sementara (kolam retensi), sebelum masuk ke sungai untuk meminimalisasi persoalan," ucap dia.

Dadang mengatakan sedang diasesmen kebutuhan untuk memperbaiki tanggul Sungai Cisunggalah.

"Nanti langsung perbaik dan saya sarankan, jembatan di Sungai Cisunggalah ditinggikan sehingga tak ada penahanan arus air. Sampah yang menumpuk itu diangkut, kalau susah dengan cara manual nanti dibantu sama alat eskavator," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved