Akselerasi Digitalisasi Pasar, Pemprov Jabar Targetkan 270 Pasar Go Digital pada 2023

Jumlah pasar yang ada di Jabar mencapai 1.315 pasar, namun, pasar yang sudah aktif di dunia digital jumlahnya masih minim.

Tribunjabar/Syarif Abdussalam
Kepala Dinas Indag Jabar, Mohamad Arifin Soedjayana 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat menargetkan digitalisasi di 270 pasar di Jabar. Upaya mengakselerasi digitalisasi pasar ini bekerjasama dengan Bank Indonesia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Mohamad Arifin Soedjayana mengatakan jumlah pasar yang ada di Jabar mencapai 1.315 pasar, namun, pasar yang sudah aktif di dunia digital jumlahnya masih minim.

"Pasar milik pemda dan desa akan diupayakan jadi pasar digital. Minimal pasar pemda dulu yang ada di 27 kabupaten/kota. Jadi, kami menargetkan ada 10 pasar dikali 27 kabupaten/kota. Totalnya, ada 270 pasar digital pada tahun 2023," katanya di Bandung, Selasa (16/11/2021).

Baca juga: GoTo Gelar “Konferensi Nasional Maju Digital”, Fasilitasi Peningkatan Daya Saing UMKM Lokal

Disperindag Jabar terus mendorong semua pasar milik pemda agar bisa go digital. Salah satu upaya yang dilakukan, setiap meresmikan pasar digital, pihaknya selalu mengikutsertakan pengelola pasar yang ada di Jabar lewat aplikasi zoom agar termotivasi.

"Di 27 kota/kabupaten belum semua ada pasar digital. Karena baru di dua daerah. Yakni, Purwakarta dan Cimahi yang sudah ada pasar digitalnya," katanya.

Dalam program pasar digital, Disperindag Jabar hanya sebagai fasilitator. Pemprov Jabar berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan perbankan sesuai visi Jabar berinovasi.

"Ini berawal dari SNI 8152/2021 yang mengharuskan pasar rakyat digitalisasi. Targetnya ke depan ingin semua pasar yang ada di Jabar ini ber SNI dan juga digital. Apalagi pandemi ini semua tak bisa face to face tapi melalui digital," paparnya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil memaparkan program unggulan untuk sektor industri dan perdagangan adalah pasar juara, logistik juara dan industri juara. Dalam perwujudan pasar juara, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan berbagai kegiatan prioritas yaitu pengembangan keahlian kepada para pengelola dan pedagang pasar.

Kemudian revitalisasi pasar rakyat di kabupaten/kota, sertifikasi pasar rakyat ber-SNI, pengelola ISO, pembangunan pusat distribusi provinsi serta integrasi unggulan Jawa Barat.

“Berbagai upaya yang dilakukan ini diharapkan pada tahun 2023 tercapainya program pasar juara dan logistik juara,” katanya.

Baca juga: Pengembangan Ekonomi Digital di Indonesia, Tidak Hanya Target Pasar Tapi Harus Jadi Pemain Global

Program pasar juara merupakan rangkaian kegiatan untuk mewujudkan pasar yang ber standar nasional indonesia (SNI) 8152:2021, yaitu pasar rakyat yang mengutamakan faktor kebersihan, kesehatan, keamanan dan kenyamanan bagi pedagang maupun konsumen.

“Dengan adanya launching digitalisasi pasar rakyat ini diharapkan adanya peningkatan pelayanan pemanfaatan inovasi dan teknologi di seluruh pasar rakyat jawa barat serta bukti nyata sinergitas pemerintah, perbankan dan masyarakat guna terciptanya ekosistem ketahanan ekonomi di pasar rakyat Jawa Barat,” tuturnya.

Sampai dengan 2020 di Provinsi Jawa Barat telah terdapat 3 pasar yang ber-SNI yaitu Pasar Atas Kota Cimahi, Pasar Cipanas Kabupaten Cianjur, dan Pasar Gunung Sari Kota Cirebon.

Tahun 2021 dalam proses pendampingan menuju pasar rakyat ber SNI 8152:2021 yaitu Pasar Cisalak Kota Depok Dan Pasar Gunung Batu Kota Bogor.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved