Breaking News:

Jalur Rancaekek-Garut Rawan Pohon Tumbang, BPBD Imbau Pengguna Jalan di Sumedang Menepi Saat Hujan

Peristiwa pohon tumbang yang terjadi Selasa malam (9/11/21) di ruas Jalan Rancaekek-Garut, di Cimanggung Sumedang menjadi perhatian khusus BPBD

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
Istimewa
Pohon tumbang di Jalan Bandung-Garit tepatnya di Kecamatan Cimanggung, Sumedang, Selasa (9/11/2021). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Peristiwa pohon tumbang yang terjadi Selasa malam (9/11/21) di ruas Jalan Rancaekek-Garut, di wilayah Cimanggung Sumedang menjadi perhatian khusus Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang. 

Pohon tumbang menimpa sebuah bus. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Padahal, sebelum peristiwa terjadi, ruas jalan tersebut sedang macet imbas penutupan jalan Parakanmuncang

Jalan Parakanmuncang ditutup karena peristiwa kebakaran yang menghanguskan toko distributor pupuk kemarin sore, tepat di depan Pasar Parakanmuncang, Sindangpakuwon, Cimanggung, Sumedang. 

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumedang, Adang mengatakan, pohon tumbang memang menjadi ancaman tersendiri bagi pengguna jalan raya. Karenanya, masyarakat diimbau untuk tetap bepergian dengan perhitungan keselamatan. 

"Saya mohon, untuk tetap hati-hati. Kalau dirasa hujan begitu deras dan angin kencang, lebih baik urungkan lebih dahulu niat berkendara atau menepi ke tempat aman, baru, jika suasana sudah reda, perjalanan dilanjutkan kembali," kata Adang kepada TribunJabar.id, Rabu (10/11/2021) melalui sambungan telepon. 

Adang mengatakan, di Sumedang, sejumlah ruas jalan tercatat sebagai rawan pohon tumbang. Meski, menjelang musim penghujan ini, BPDB sudah berkoordinasi dengan beragam dinas terkait untuk melakukan pembersihan potensi pohon tumbang

Di wilayah perkotaan Sumedang saja, ada 14 pohon berpotensi tumbang yang 11 di antaranya sudah ditangani agar tidak mencelakakan dan menimbulkan kerugian besar. 

Begitu juga pepohonan keras seperti pinus yang berderet di sepanjang jalan Jadas Pangeran, sejumlah pohon yang dinilai akan tumbang sudah dikomunikasikan dengan Perhutani untuk ditebang. 

"Sudah clear semua. Mudah-mudahan tidak ada persitiwa pohon tumbang lagi," kata Adang. 

Menurut Adang, pohon-pohon di jalan utama di Sumedang merupakan kewenangan pengawas masing-masing status jalan. Jika statusnya jalan Nasional atau Provinsi, maka pengawas dari keduanya yang patut melakukan pembersihan potensi pohon tumbang. Begitu juga dengan jalan Kabupaten. 

"Warga tidak bisa seketika menebang pohon tanpa melaporkannya terlebih dahulu kepada dinas-dinas terkait. Tetapi, jika itu keadaannya darurat, kami BPBD bisa langsung turun tangan menggandeng dinas-dinas lain," katanya. 

Dinas terkait yang dimaksudkan Adang adalah seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga, atau Dinas Lingkungan Hidup. 

"BPBD sendiri minim fasilitas untuk melakukan penebangan pohon. Jika sudah ditebang, kan perlu mobil sampah untuk mengangktu bekas pohon itu. Begitu juga jika pohon berada di ruasa jalan utama, Dishub berperan untuk merekayasa lalu lintas," katanya. (*)

Baca juga: Macet, Hindari Jalan Bandung-Garut Malam Ini, Ada Pohon Tumbang Timpa Bus

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved