Breaking News:

Bangkitkan Sektor Pariwisata di Tengah Pandemi, NTT Gandeng ASITA Jabar Promosikan Destinasi Wisata

Dukungan pemerintah untuk menggeliatkan kembali pariwisata tanah air disambut positif para pelaku pariwisata termasuk pelaku pariwisata dari NTT

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Siti Fatimah
Badan Promosi Pariwisata NTT dan ASITA NTT menggandeng ASITA Jawa Barat menggelar kegiatan Sales Mission NTT di Bandung, Rabu (10/11/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pandemi Covid-19 menghantam sektor pariwisata, namun dengan kelonggaran yang diberikan pemerintah, saat ini pariwisata tanah air kembali bangkit.

Dukungan pemerintah untuk menggeliatkan kembali pariwisata tanah air disambut positif para pelaku pariwisata termasuk pelaku pariwisata dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Ketua Badan Promosi Pariwisata NTT, Rocky W P Pekujawang mengatakan, Gubernur NTT mendukung untuk mempromosikan pariwisata terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Baca juga: Diyakini Jadi Tren di Masa Depan, Pengelola Wisata di Bandung Barat Diminta Kembangkan Wisata Halal

"Dengan agenda sales mission ini, kami hadir di Bali, Bandung, dan Jakarta," kata Rocky ditemui pada acara Sales Mission NTT di Crown Plaza Bandung, Rabu (10/11/2021).

Ia mengatakan, Bandung menjadi salah satu tujuan kegiatan ini karena pihaknya melihat market pasar dari daerah ini cukup menjanjikan.

Ia melihat masyarakat Bandung juga menyukai wisata luar daerah, hal ini terlihat dari cukup banyaknya wisatawan dari Jawa Barat khususnya Bandung yang berkunjung ke NTT.

"Kami ingin mengenalkan juga kepada masyarajat Jawa Barat, khususnya Bandung kalau NTT tak hanya Labuan Bajo, tapi kami punya banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi, seperti Alor dan Sumba," katanya.

Baca juga: Pemkot Cimahi Dorong Kelurahan Kembangkan Potensi Wisata, Disbudparpora Latih 40 Pelaku Wisata

Ia juga melihat warga Bandung menyukai wisata outdoor termasuk wisata seni dan budaya yang bisa didapat di NTT.

Pihaknya juga ingin menunjukkan bahwa NTT memiliki banyak pilihan wisata seperti mass tourism, exclusif tourism, cozy tourism, hingga backpacker.

"Kami juga didukung dengan sarana prasarana yang moeslem friendly, umat Muslim yang ingin beribadah di Masjid bisa mudah menjumpai tempat ibadah ini, bahkan ada Masjid yang bersejarah, tempat makan yang halal dan sebagainya, kami juga ingin tunjukkan kalau masyarakat NTT semua berbaur," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved