Breaking News:

Harga Porang Anjlok Hingga Rp 5.000 per Kg, Petani Duga Ada Mempermainkan Harga

"Tahun lalu, harga porang itu kisaran Rp 12.000-Rp 13.000. Saat ini anjlok hingga Rp 5.000-Rp 6.000 per kilogram,"

Tribun Jabar/Andri M Dani
ILUSTRASI harga porang anjlok 

TRIBUNJABAR.ID- harga tanaman porang di Banyuwangi, Jawa Timur, anjlok hingga menjadi Rp 5.000 per kilogram.

Kini, harga umbi bernama Latin amorphophallus muelleri itu hanya separuhnya dari harga porang tahun lalu. 

Giyono, petani porang asal Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, mengatakan penurunan harga porang itu baru terjadi sejak beberapa bulan lalu.

"Tahun lalu itu kisaran Rp 12.000-Rp 13.000. Saat ini anjlok hingga Rp 5.000-Rp 6.000 per kilogram," katanya saat dihubungi, Minggu (7/11/2021).

Ia mendugaan harga itu akibat stok yang berlebih karena selama pandemi ini ekspor produk porang juga ikut tersendat.

Pangsa pasar internasional, ucapnya, banyak yang menutup diri. Dugaan lain, ada oknum yang sengaja mempermainkan harga.

Baca juga: Harga Umbi Porang Anjlok, Petani Ciamis Tunda Panen dan Jual Katak buat Benih Hasilnya Mencukupi

"Dengan harga Rp 6.000, petani masih bisa mendapat untung meskipun tidak banyak. Asalkan manajerial, standardisasi pengolahan, serta perawatannya bagus," ujar dia.

Kendati demikian, kata dia, petani memiliki trik tersendiri menghadapi anjloknya harga tersebut. Saat harga porang murah, petani sengaja menjeda waktu panen hingga mendapat harga yang sesuai.

"Kadang-kadang petani mencari harga yang pas sehingga panen diperlambat," tuturnya.

Giyono berharap harga porang bisa kembali normal. Dinas Pertanian kabupaten setempat yang saat ini terkesan loyo itu diharapkan juga lebih aktif memberi perhatian kepada para petani porang.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved