Mantan Pilot dari Kuningan Belajar Bercocok Tanam Porang ke Ciamis
Dari empat orang yang datang ke Panawangan Minggu (19/9) tersebut, ucapnya, ada seorang mantan pilot yang berencana untuk bercocok tanam porang.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS- Meski harga umbi porang sedang jatuh, ternyata tidak menurunkan minat petani untuk bercocok tanam umbi yang diakui banyak kegunaannya tersebut.
Terutama umbi porang untuk bahan baku industri, baik pangan maupun kecantikan.
Bahkan sejumlah petani dari Kuningan sengaja datang ke Ciamis untuk belajar cara membudidayakan tanaman porang tersebut.
“Kemarin (Minggu, 19/9) ada 4 orang yang datang dari Kuningan. Sengaja datang ke Panawangan untuk mempelajari cara bercocok tanam porang," ujar H Sarkum, petani porang dari Dusun Jagabaya II Desa Jagabaya Kecamatan Panawangan Ciamis kepada Tribun Senin (20/9) sore.
Dari empat orang yang datang ke Panawangan Minggu (19/9) tersebut, ucapnya, ada seorang mantan pilot yang berencana untuk bercocok tanam porang.
Baca juga: VIDEO Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pemuda Ciamis Tanam 10.000 Benih Tanaman Porang
“Mereka serius untuk membudidayakan porang. Katanya, lahan seluas 5 hektare sudah disiapkan sudah diolah, tinggal ditanam. Datang ke Panawangan tamu dari Kuningan itu tidak hanya belajar bercocok tanam porang, tetapi juga membeli benih porang,” katanya.
Oleh Sarkum, calon petani porang dari Kuningan tersebut diajak ke kebun yang baru ditanami porang, ke kebun yang umbi porangnya siap panen (tapi tidak dipanen karena harga umbi porang lagi turun anjlok).
Mereka dibawa ke bekas kandang ayam yang dialihfungsikan sebagai lokasi karantina benih. Baik benih dari umbi maupun benih dari katak.
“Saya juga mempersiapkan dua pekerja untuk membantu bapak-bapak dari Kuningan iitu bila penanaman benih sudah dimulai nanti,” ujar satu di antara perintis budidaya porang di Ciamis tersebut.
Baca juga: Harga Chip Porang Anjlok, Bandar di Ciamis Sementara Berhenti Tampung Umbi Porang dari Petani
Bahkan secara pribadi, H Sarkum juga akan mengembangkan sayap ke Kuningan.
“Sudah ada lahan yang disiapkan Ciawigebang Kuningan. Akan saya kelola sendiri. Lumayan untuk pengembangan wilayah produksi. Meski harga umbi maupun chip porang lagi jatuh. Menanam porang mah, jalan terus. Jangan sampai kapok,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ciamis-mulai-panen-porang-dari-5-hektare-lahan-hasilkan-100-ton-umbi-porang-senilai-rp-1-miliar.jpg)