Sabtu, 18 April 2026

Orang Isoman Perlu Tahu, Bisa Terkena Long Covid, Penyintas Perlu Memantau Gejala hingga 12 Minggu

penyintas COVID-19 dapat mengalami keluhan berkepanjangan pasca terinfeksi COVID-19, atau yang kerap disebut sebagai long COVID.

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Siti Fatimah
ISTIMEWA
ilustrasi covid 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Nur Aziza (31) sempat dinyatakan positif Covid-19. Karena tak mengalami gejala kronis, ia harus menjalani isolasi mandiri di rumah. Usai hasil tes Covid-19 terakhir dinyatakan negatif, Nur Aziza kembali beraktivitas normal seperti biasanya.

Salah satu pegawai swasta di sebuah perusahaan di Bandung ini awalnya biasa-biasa saja usai menjadi penyintas.

Namun sekitar dua minggu usai dinyatakan negatif, ia kerap merasakan seperti orang yang bergejala flu.

Baca juga: Orang yang Kerap Konsumsi Minuman Ini Ternyata Beresiko Terkena Long Covid-19

"Saya sering bersin, terkadang kepala pusing bahkan sampai seperti orang mau flu, panas dingin begitu. Awalnya saya anggap biasa, tapi karena sering, saya cari tahu kenapa, ternyata saya disebut mengalami long Covid-19," katanya ditemui di Panghegar, Bandung, Kamis (27/10/2021).

Tak hanya itu, ia juga mengaku sempat batuk meski tidak parah.

Dari sejumlah long Covid-19 yang dirasakan, ia kerap mengalami seperti gejala flu.

"Karena ini dianggap long Covid-19, saya jadi lebih hati-hati. Makan ngga sembarang, interaksi dengan teman kantor dan lingkungan di rumah juga saya batasi, masker ngga saya lepas, kecuali makan, termasuk di rumah, karena menjaga aja biar orang di rumah juga sehat," katanya.

Kondisi serupa juga dialami oleh Siefa Hendra (45), warga Pasir Wangi Bandung.

Ia juga mengaku mengalami long Covid-19 meski hasil tes Covid-19 terakhir dinyatakan negatif.

Baca juga: Corona Virus Masih Menggila, Penelitian Terbaru, Berikut Orang yang Beresiko Alami Long Covid-19

"Saya kerap merasa seperti orang demam, panas dingin dan sering batuk. Saya jadi merasa ko sebentar-sebentar sakit, minum es langsung batuk. Kecapean sedikit, badan lemas, terus badan sering merasa pegal-pegal," katanya.

Ia mengaku tahu tentang long Covid-19, karena itu meski dinyataka negatif, ia memilih tetap bekerja dari rumah selama 3 bulan usai jadi penyintas.

"Sekarang gejala-gejala seperti sudah hilang, semoga ngga lagi karena rasanya ngga nyaman, aktivitas juga terganggu," katanya.

Dikutip dari laman resmi UGM, penyintas COVID-19 dapat mengalami keluhan berkepanjangan pasca terinfeksi COVID-19, atau yang kerap disebut sebagai long COVID.

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Akademik UGM, dr. Siswanto, Sp. P, menerangkan bahwa kondisi ini banyak ditemui pada pasien dengan derajat keparahan sedang, berat, dan kritis, serta pasien dengan komorbid, meski tidak menutup kemungkinan terjadi pada pasien dengan kategori ringan.

“Yang paling berisiko adalah penderita diabetes melitus, gagal jantung, hipertensi, penyakit metabolik, dan penyakit paru kronik. Selain itu, yang membawa risiko juga adalah penyakit koinsiden, misalnya saat terkena COVID bersamaan juga dengan terkena Tuberkulosis atau komplikasi lainnya,” terangnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved