Masih Ingat Kasus Azan Jihad di Majalengka? Ini Vonis Hakim yang Dijatuhkan Kepada Dua Tersangka

Dua dari tujuh warga Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Majalengka pada kasus azan jihad telah divonis oleh hakim di PN Majalengka kemarin.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Darajat Arianto
Istimewa/tangkapan layar video
Tangkapan layar ketujuh warga Majalengka, beberapa waktu, yang memberikan pernyataan permohonan maaf atas perbuatan yang telah membuat kegaduhan masyarakat Majalengka. Mereka telah membuat video berisi melafalkan azan yang mengganti kalimat hayya alas sholah menjadi hayya alal jihad dan sempat viral di media sosial. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Masih ingat dengan kasus azan jihad di Kabupaten Majalengka?

Kasus ini sudah dalam tahap sidang putusan oleh Pengadilan Negeri Majalengka.

Ya, dua dari tujuh warga Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Majalengka.

Keduanya adalah Anggi dan Fuad yang divonis 6 bulan penjara dan denda Rp 2 juta.

Hukuman tersebut dijatuhkan pengadilan dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Majalengka kemarin.

"Ya benar, kemarin kami telah memvonis dua terdakwa dalam kasus azan jihad, masing-masing bernama Anggi dan Fuad dengan hukuman 6 bukan penjara," ujar Hakim Ketua, Kopsah, Rabu (27/10/2021).

Kendati demikian, jelas dia, pihaknya tidak melakukan hukuman terhadap dua terdakwa itu.

Pasalnya, hukuman 6 bulan itu dikenakan sebagai hukuman percobaan. 

"Putusan hukuman percobaan 6 bulan penjara, tanpa ditahan. Artinya ketika dalam satu tahun yang bersangkutan melakukan tindak pidana apapun, dan sudah ada putusan dari hakim, maka putusan itu (6 bulan) baru dijalankan," ucapnya.

Kopsah menyampaikan, vonis tersebut dijatuhkan dengan merujuk Pasal 45 A ayat 2 UU ITE.

Beberapa hal, baik yang sifatnya meringankan maupun memberatkan menjadi pertimbangan hakim dalam menjatuhkan vonis. 

Yang meringankan, terdakwa mengaku kesalahannya, merasa menyesal, sudah meminta maaf kepada masyarakat dan Solat Taubat.

"Adapun hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat," jelas dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved