Tuduhan Selingkuh Berujung Maut, Dua Kakek Adu Mulut Setelah Menenggak Ciu
Cerita asmara membuat persahabatan dua kakek di Klaten jadi terputus. Semuanya berawal dari tuduhan selingkuh dengan istri sahabatnya sendiri.
Pelaku meminta Suwarto mengantarkannya ke Mapolsek Jogonalan.
Di hadapan Suwarto, pelaku tidak menceritakan telah membunuh korban.
Karena diminta bantuan oleh pelaku, Suwarto bersedia mengantarkan pelaku sampai seberang jalan Mapolsek Jogonalan.
Lalu, Suwarto juga mewanti-wanti agar tidak membawa namannya jika terseret kasus hukum.
Dikenal temperamen
Setelah mengantar pelaku ke Mapolsek Jogonalan, Suwarto pulang ke rumah.
Beberapa menit kemudian, ada warga yang memberikan informasi bahwa pelaku telah membunuh korban.
Pelaku dikenal temperamen.
Selain itu, pelaku sering mabuk di rumahnya hingga warga dan para tokoh masyarakat tak berani menegurnya.
Hal tersebut dibenarkan Ketua RT 07 RW 04, Dukuh Bangunrejo Kidul, Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Dalinah.
"Tak ada yang berani tegur dia, pelaku memiliki temperamen tinggi, suka mabuk-mabukan di rumahnya," kata Dalinah, Sabtu (23/10/2021).
Hal tersebut juga disampaikan Sekretaris Desa Granting, Jumakir.
Ia mengatakan, sebelum membunuh korban, pelaku pernah terlibat perkelahian dengan warga asal Prambanan.
"Dulu dia (pelaku) sempat menusuk orang, dia orangnya kesenggol sedikit, langsung emosi tinggi," ucapnya.
Terancam 15 tahun penjara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-mayat_20180410_085248.jpg)