Guru Terpapar Covid-19, Jumlah Sekolah yang PTMT-nya Dihentikan Bertambah, Siswa Ingin Tetap PTM

Seiring dengan penambahan siswa dan guru yang terkonfirmasi Covid-19, dari 77 menjadi 84 orang, PTMT di dua sekolah lainnya pun terpaksa dihentikan.

Editor: Hermawan Aksan
AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Ilustrasi Covid-19 

"Tentunya kami semua kaget sekaligus bingung ya ketika mendapatkan hasil tersebut, karena selama ini pelaksanaan prokes yang kami lakukan sesuai dengan SOP yang ditetapkan."

"Meskipun penyebabnya (penularan) belum diketahui dari mana, karena masih dilakukan tracing oleh puskesmas, kuat dugaan siswa tersebut terpapar di luar lingkungan sekolah," ujarnya.

Ia menuturkan, para siswanya yang terkonfirmasi Covid-19 semuanya tak menunjukkan gejala.

"Ketika kami tanya kepada mereka apakah mengalami gejala demam, flu, batuk, dan gejala umum pada pasien Covid-19 lainnya, semuanya mengaku tidak mengalami hal itu."

"Jadi kesimpulannya mereka tanpa gejala, dan kami sarankan mereka untuk isolasi mandiri saja selama 14 hari, sambil menunggu tindak lanjut dari pihak puskesmas," ujarnya.

Pihak sekolah juga sudah mengumumkan penghentian sementara kegiatan PTM terbatas selama 14 hari.

"Peristiwa ini cukup memberikan dampak psikologis bagi semua siswa dan guru. Apalagi saat dipastikan PTM terbatas dapat digelar oleh pemerintah, antusiasme 486 siswa kami sangat tinggi."

"Mudah-mudahan ini (kasus positif Covid-19) yang terakhir, jangan ada lagi ke depannya," katanya.

(cipta permana/nandri prilatama)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved