Breaking News:

KAPOLRI Jenderal Listyo Tak Main-main, Pos Video Pengumuman Nasib Buruk Kaposek Tiduri Anak Tahanan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak main-main untuk menghukum anggotanya yang disebut rudapaksa perempuan anak tahanan.

Editor: Kisdiantoro
(TRIBUNMANADO)
Kapolsek Parigi Moutong, Iptu IDGN (kiri) dicopot karena diduga lakukan pemerkosaan. (TRIBUNMANADO) 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak main-main untuk menghukum anggotanya yang melanggar kode etik atau pidana.

Baru saja dia memposting video di akun Twitternya, pengumuman nasib mantan Kapolsek Parigi Moutong Iptu IDGN yang disebut-sebut melakukan asusila rudapaksa kepada perempuan anak tahanan.

Setelah Iptu IDGN dicopot dari jabatan kapolsek, dalam sidang tertutup kode etik, dia direkomendasikan dipecat tidak hormat.

Dalam video sebuah pemberitaan media online yang diuanggah Kapolri, Kapolda Sulteng Irjen Polisi Rudy Sufahriadi, mantan Kapolda Jabar, menjelaskan hasil sidang kode etik.

Dia menyebutkan, hasil rekomendasi sidang kode etik adalah merekomendasikan Iptu IDGN dipecat tidak hormat.

Rudy juga menyampaikan permohonan maaf karena masih ada anggota polisi yang melakukan pelanggaran kode etik.

"Sesuai instruksi Kapolri, tak bleh ragu menindak anggota yang melakukan kesalahan," ujarnya.

Baca juga: BREAKING NEWS, Diduga Rudapaksa Anak Tahanan, Kapolsek Parigi Dipecat dengan Tidak Terhormat

Direkomendasikan Dipecat

Kapolsek Parigi Moutong atau Kapolsek Parimo, Iptu IDGN yang menjimak (menyetubuhi) putri tersangka kasus pencurian direkomendasikan untuk dipecat tidak hormat.

Hal ini diungkapkan Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Rudy Sufahriadi, Sabtu (23/10/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved