Cara Unik Santri di Majalengka Rayakan Hari Santri Nasional 2021, Berkebun Anggur Brazil
Deden mengatakan, dalam perayaan Hari Santri Nasional ini, ia ingin mengajak generasi penerusnya mampu bersaing tanpa perlu bekerja dengan orang lain.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Hari Santri Nasional 2021 jatuh pada Jumat (22/10/2021).
Perayaan hari santri ini tampaknya dirayakan berbeda oleh para santri di Kabupaten Majalengka.
Biasanya, para santri mengisi kegiatan dengan membaca Alquran, berbagi ke sesama dan lain sebagainya.
Namun, yang dilakukan oleh Andriyana (24), Zakaria (22) dan Trisna (22), santri Pondok Pesantren Daar Al Tarbiyah di Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka ini berbeda.
Baca juga: Peringati Hari Santri, Banyak Lulusan Pesantren Menjadi Aktor Penting di Eksekutif dan Legislatif
Mereka berkebun anggur brazil milik Deden Purbaya (30) yang juga mantan santri di ponpes tersebut.
Oleh Deden, para santri ini diajarkan pembibitan, memangkas ranting hingga cara pembuahan anggur brazil lebih cepat dari buah pada umumnya.
"Para santri ini memang sudah rutin setiap minggunya saya ajak ke sini, untuk diajarkan bercocok tanam budidaya anggur brazil. Selain itu, saya juga ajarkan untuk memangkas ranting hingga pengiriman ke luar pulau yang biasa saya lakukan," ujar Deden kepada Tribun saat diwawancarai di kebunnya di Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Jumat (22/10/2021).
Deden mengatakan, dalam perayaan Hari Santri Nasional ini, ia ingin mengajak generasi penerusnya mampu bersaing tanpa perlu bekerja dengan orang lain.
Ia meyakini, dengan ketekunan mempelajari hal yang positif, peluang sukses itu akan ada.
Seperti yang dilakukan oleh Deden, yang mana dari tahun 2011 hanya memiliki 1 pohon bibit anggur brazil, kini ia bisa memiliki hampir 11 ribu bibit anggur brazil untuk dijual.
"Dengan adanya kegiatan budidaya anggur brazil ini, santri kami diberdayakan. Selain para santri, alumni dan masyarakat sekitar pun ikut berpartisipasi di sini."
"Menurut saya, santri itu mampu bisa bersaing di era globalisasi ini. Santri dianggap bisa oleh siapa pun. Sehingga, santri dimana pun, kapan pun dan bersama siapa pun harus dan mampu memberikan kemanfaatan bagi orang lain. Apalagi bertani, pasti bisa," ucapnya.
Baca juga: Peringati Hari Santri, Anak-Anak di Pangandaran Ziarah ke Makam Pejuang Penyebar Agama Islam
Sementara, Andriyana mengaku, ia yang baru saja dinyatakan lulus ini sangat tertarik dengan budidaya anggur brazil tersebut.
Pasalnya, budidaya anggur brazil nyatanya mampu memberikan kemanfaatan bagi orang lain seperti yang telah diajarkan oleh pendahulunya, Deden.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/santri-pondok-pesantren-daar-al-tarbiyah-budidaya-anggur-brazil.jpg)