Polda Sulteng Serius Ungkap Kapolsek Ajak Tidur Anak Tersangka, Kapolda Datangi Keluarga Korban
Kapolda disambut isak tangis ibu korban saat mendatangi rumah korban asusila kapolsek.
TRIBUNJABAR.ID, PARIMO - Polda Sulteng rupanya serius dalam menangani kasus Kapolsek yang melakukan tindak asusila terhadap anak seorang tersangka.
Selasa (19/10/2021) Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi datang langsung ke Parigi Moutong untuk menemui keluarga korban.
Kedatangan eks Kapolda Jabar ke rumah korban S (20) disambut isak tangis ibu korban dan keluarga.
Rudy mengunjungi rumah korban S (20) kasus tindakan asusila oleh oknum Kapolsek di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa pagi.
Menurut pantauan wartawan TribunPalu.com, pukul 09.11 Wita, rombongan Kapolda Sulteng tiba di lokasi mengendarai kendaraan roda empat.
Kapolda bertolak dari Kabupaten Poso naik helikopter dan mendarat di lapangan Alun-alun Kota Parigi.
Turut mendampingi Irjen Pol Rudy Sufahriadi, Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Isak tangis ibu dan keluarga korban menyambut rombongan.
Rombongan kemudian menuju kantor DP3AP2KB Parimo usai berbincang dengan keluarga korban.
Kemudian Pukul 09.40 Wita, Kapolda kembali ke ke Poso mengendarai helikopter.
Ibu Korban Pingsan Saat Diperiksa
Keluarga korban kasus asusila oleh oknum Kapolsek di Parigi Moutong (Parimo), mengalami guncangan secara psikologi atas kejadian tersebut.
Hal ini dikatakan tim pengacara Muslim Akbar Penguriseng saat konferensi pers, di Sekretariat HMI Cabang Palu, Jalan Tona Roa, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Senin (18/10/2021) malam.
Ia mengtakan, saat menghadiri panggilan pemeriksaan di Polda Sulteng, keluarga korban sempat ada yang pingsan.
"Keluarga, terkhusus ibu korban sangat terguncang psikologisnya, tadi waktu pemeriksaan di Polda sering menangis, dan sempat pingsan karena terganggu psikologisnya," ucap Akbar.
"Termasuk juga korban, yang sampai detik ini secara psikologis memang sangat terganggu," ujarnya.