Wisatawan Terjebak di Waduk Jatiluhur
Penyebab Wisatawan Bisa Terjebak Eceng Gondok di Waduk Jatiluhur, Petugas Evakuasi Sempat Kesulitan
Kasat Polairud Polres Purwakarta AKP Jajang Sukandar, mengatakan kasus wisatawan di Waduk Jatiluhur karena eceng gondok bukan kali pertama.
Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA- Satpolairud Polres Purwakarta harus bersusah payah untuk mengevakuasi 22 wisatawan dan dua nakhoda perahu jukung yang terjebak eceng gondok di Waduk Jatiluhur, Purwakarta.
Menurutnya, jalur perahu tertutup hamparan eceng gondok.
"Kesulitannya, tadi, kan, eceng itu merambat, tidak bisa mundur kapal itu. Jadi, kami memutar dulu," ujarnya.
Kapolres Purwakarta AKBP Suhardi Hery Haryanto melalui Kasat Polairud Polres Purwakarta AKP Jajang Sukandar, mengatakan kasus wisatawan di Waduk Jatiluhur karena eceng gondok bukan kali pertama.
"Sebelumnya sudah ada kejadian, namun kami juga selain patroli sering mengimbau wisatawan, nakhoda perahu, bongkar muat ikan agar berhati-hati dan tidak terlalu lama di seberang," ujarnya.
AKP Jajang Sukandar mengatakan ada dua perahu yang terjebak eceng gondok di Waduk Jatiluhur.
Baca juga: Fenomena Pertumbuhan Eceng Gondok Paling Parah Tahun Ini, Diperkirakan Mencapai 1.000 Hektar
"Ada dua orang nakhoda dan dua perahu dengan jumlah wisatawan 22 orang yang terjebak," ujar AKP Jajang Sukandar kepada awak media, Senin (18/10/2021) dini hari.
Terpisah, wisatawan terjebak asal Jakarta, Heri Hermawan mengaku tiba di dermaga sebelum tengah hari.
"Dari Jakarta saya berangkat pagi, tiba di sini sebelum Zuhur, karena kami rombongan saling tunggu, jadi menunggu yang lain dulu," kata Heri.
Ia mengatakan sempat ingin mengurungkan niat untuk menyeberang jika tak ada nakhoda yang menyanggupi.
"Karena banyak 22 orang, awalnya sih enggak sanggup ternyata ada temannya yang sanggup angkut jadi kami berangkat," kata dia.
Ia dan rombongannya lantas berangkat pukul 12.00 WIB tepat setelah Zuhur.
Heri mengaku ia niat kembali ke dermaga di waktu yang tidak terlalu sore.
Baca juga: Kisah Nahkoda Kehilangan Nyawa, Meninggal di Perahu, Gara-gara Eceng Gondok di Waduk Jatiluhur
"Jam tiga sore kami udah stand by, jam 4 kita naik, baru perjalanan sekitar 15 menit itu udah ada angin kencang, eceng itu ngumpul di situ kita sudah enggak bisa bergerak," ujarnya.