Minggu, 12 April 2026

Apa Itu Molnupiravir? Diklaim Ampuh Obati Covid-19, Ini Kata Epidemiolog

Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman angkat bicara terkait klaim keampuhan pil Molnupiravir untuk obati Covid-19.

Editor: Siti Fatimah
(PIXABAY)
Ilustrasi obat 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Per tanggal 14 Oktober lalu, pemerintah telah mengizinkan 19 negara untuk masuk ke Indonesia melalui Provinsi Bali dan Kepulauan Riau. 

Dikutip dari laman resmi Maritim.Go.Id, pemilihan kesembilan belas negara tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah kasus dan tingkat positivitas yang rendah berdasarkan standar WHO.

“Terkait hal ini, Presiden RI Joko Widodo telah mengingatkan agar terus melakukan evaluasi mingguan untuk memitigasi dampak buruk yang mungkin ada,” ujar Menko Luhut.

Baca juga: Jual Obat Covid-19 Harga Puluhan Juta, 4 Pelaku Diamankan, Transaksi di Rest Area Tol Cipularang

Untuk itu, kesiapan alat kesehatan menjadi penting. Obat-obatan untuk menanggulangi pasien dari luar negeri atau dalam negeri perlu segera dimaksimalkan.

Menko Luhut dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang sedang berada di Amerika Serikat, akan melakukan pertemuan dengan produsen farmasi ‘Merck’ mengenai obat Molnupiravir pada Hari Rabu (20-10-2021).

Selain obat ini, pemerintah menurut Menkes Budi Gunadi juga sedang mempertimbangkan penggunaan obat Proxalutamide dari Suzhou Kintor Pharmaceutical dan AT-527 yang kini sedang dikembangkan oleh Roche & Athea. 

Ketiga obat ini bisa jadi potensi pengobatan Covid-19.

Dari rencana pemerintah ini, masih ada yang bertanya, apa itu pil Molnupiravir untuk obati Covid-19?

Baca juga: Bukan Obat Covid-19, Ini Manfaat Sebenarnya Qusthul Hindi, Obat Tradisional Tibet dan Tiongkok

Dikutip dari Kompas.Com, Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman angkat bicara terkait klaim keampuhan pil Molnupiravir untuk obati Covid-19.

Menurutnya klaim keampuhan Molnupiravir tersebut memang didasarkan pada data uji klinis yang valid.

"Obat ini sebenarnya dari uji klinis awal-awalnya sudah menjanjikan. Dia efektif terhadap keluarga coronavirus. Jadi bukan hanya SARS-CoV-2 (Covid-19) tapi juga SARS-CoV-1, MERS," ujarnya kepada Kompas.com, baru-baru ini.

Sebagaimana diketahui, pil antivirus Molnupiravir yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Merck & Co disebutkan mampu mengurangi separuh risiko kematian atau rawat inap akibat Covid-19.

Melansir Antara, Sabtu (2/10/2021), klaim tersebut didasarkan pada data uji klinis tahap III yang melibatkan 775 pasien dengan gejala Covid-19 ringan dan sedang selama lima hari atau kurang.

Baca juga: Pemerintah Berburu Obat Covid-19 sampai China dan Swiss, Remdesivir Diimpor dari India dan Pakistan

Kendati disebutkan ampuh untuk obati Covid-19, Dicky menambahkan, keampuhan obat tersebut baru didasarkan pada hasil uji klinis fase 1 dan 2, serta perkembangan uji klinis fase 3, dijadwalkan akan selesai pada awal Oktober.

"Menurut saya akan diberikan izin ya. Karena secara data tidak ada efek samping yang mengkhawatirkan," kata Dicky.

Sumber: Kompas
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved