Breaking News:

PT KAI Daop 3 Cirebon Catat Kasus Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api Menurun Drastis

Selama 2019 terdapat 22 kasus kecelakaan di perlintasan kereta api, sedangkan pada 2020 tercatat hanya terjadi sembilan kasus.

TRIBUNCIREBON.COM/AHMAD IMAM BAEHAQI
Sejumlah petugas saat sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang Jalan Kartini, Kota Cirebon, Kamis (14/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - PT KAI Daop 3 Cirebon mencatat jumlah kecelakaan di perlintasan kereta api menurun drastis.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto, mengatakan, penurunan angka kecelakaan di perlintasan tersebut terjadi dalam kurun tiga tahun terakhir.

Menurut dia, selama 2019 terdapat 22 kasus kecelakaan di perlintasan kereta api, sedangkan pada 2020 tercatat hanya terjadi sembilan kasus.

Baca juga: Kecepatan Kereta Api Meningkat, PT KAI Daop 3 Ingatkan Warga Tertib Berlalu Lintas di Perlintasan

"Selama periode Januari - September 2021 juga menurun lagi menjadi hanya lima kasus," kata Suprapto saat ditemui usai Sosialisasi Keselamatan di perlintasan sebidang Jalan Kartini, Kota Cirebon, Kamis (14/10/2021).

Ia berharap, jumlah tersebut tidak bertambah hingga 2021 berakhir. Seluruh kecelakaan itu terjadi di perlintasan kereta api wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon.

Penurunan angka kecelakan itupun mengindikasikan kesadaran masyarakat meningkat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas di perlintasan sebidang.

Namun, pihaknya berjanji tidak akan berhenti untuk menyosialisasikan keselamatan berlalu lintas di perlintasan sebidang kepada masyarakat.

"Alat utama keselamatan bagi masyarakat di perlintasan sebidang adalah rambu lalu lintas, sementara palang pintu, penjaga, dan alarm hanya sebagai alat bantu keamanan," ujar Suprapto.

Suprapto menyampaikan, di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon terdapat 180 titik perlintasan dan hanya 55 titik yang dijaga petugas KAI.

Sementara 17 titik dijaga petugas pemerintah daerah, 13 titik dijaga swadaya masyarakat, 19 titik berupa fly over atau under pass, dan 76 titik tidak terjaga.

Baca juga: VIRAL Terekam Kamera, Parkir Sembarangan di Rel, Sepeda Motor di Malang Dilibas Kereta Api

Selain itu, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114, para pengendara wajib menaati beberapa aturan saat melewati perlintasan sebidang.

Di antaranya, wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup dan atau saat adanya isyarat lain.

Selain itu, pengendara juga diharuskan mendahulukan kereta api, dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel yang dalam hal ini ialah kereta api.

"Pelanggaran lalu lintas di perlintasan sebidang tidak hanya merugikan para pengguna jalan, tetapi perjalanan kereta api juga," ujar Suprapto.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved