Breaking News:

Oknum Patok Harga Parkir Rp 150 Ribu di Objek Wisata Lembang, Begini Respons Pengelola

Pengelola objek wisata Farmhouse Lembang angkat bicara terkait adanya tiga oknum warga yang mematok harga parkir Rp 150 ribu.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kertas tarif parkir sebesar Rp 150 ribu di Kawasan Wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (9/10/2021). Tiga pelaku ditangkap polisi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pengelola objek wisata Farmhouse Lembang angkat bicara terkait adanya tiga oknum warga yang mematok harga parkir Rp 150 ribu di sekitar objek wisata tersebut.

Aksi mereka viral di sosial media.

Seperti diketahui, aksi parkir liar itu dilakukan oleh oknum warga berinisial KA (29), MJ (23), dan YC (41) terhadap pengelola bus pariwisata pada Sabtu (9/10/2021).

Lokasi parkir di luar lahan parkir objek wisata Farmhouse.

Mereka sempat diamankan polisi.

Public Relation Farmhouse dan The Great Asia Africa Lembang, Intania Setiati, mengatakan, dampak buruk dari peristiwa tersebut sudah dirasakan langsung karena citra objek wisata di Lembang menjadi tercoreng.

"Dampaknya orang yang inginnya berlibur, tapi kena tarif parkir mahal bakal kecewa dan malas balik lagi. Tapi dengan ditindak langsung seperti itu, kami sangat berterima kasih," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (13/10/2021).

Intan memastikan, adanya oknum yang mematok tarif parkir cukup mahal itu sama sekali tidak melibatkan pihaknya sebagai pengelola wisata yang dituju wisatawan. 

"Jadi, wewenang mereka memarkir juga bukan dari kita karena kan posisinya di luar objek wisata," kata Intan.

Ia mengatakan, adanya tarif parkir liar yang dikelola oleh warga di dekat objek wisata Farmhouse dan The Great Asia Africa juga pernah terjadi beberapa tahun lalu dengan korban wisatawan yang menggunakan kendaraan roda dua. 

Farmhouse Lembang
Farmhouse Lembang (Istimewa)

"Kemudian dikoordinasikan dengan pihak desa dan pelakunya dibina. Tapi enggak lama akhirnya terulang lagi. Jadi ada yang sengaja mengambil kesempatan di momentum mulai ramai wisatawan ke Lembang," ucapnya.

Di sisi lain, pihaknya berharap kehadiran objek wisata di Lembang ini bisa menghidupkan roda perekonomian warga sekitar dengan cara mengelola kantong parkir, berjualan oleh-oleh, dan jajanan bagi wisatawan. 

"Tapi dengan harga sewajarnya biar wisatawan itu enggak kapok. Selain memang kita pekerjakan 75 persen warga sekitar," kata Intan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved