Prodi Akuntansi FEB Unjani Gelar Webinar Komersialisasi Riset Produk Kesehatan
Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Ahmad Yani menggelar webinar komersialisasi riset produk kesehatan.
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Dalam rangka melaksanakan program pengadian masyarakat, Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Ahmad Yani menggelar webinar bertema 'Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komersialisasi Hasil Riset Produk Kesehatan, Jumat (8/10/2021).
Webinar melalui zoom ini menampilkan beberapa pembicara yaitu RM Juddy Prabowo SE MP (Dosen Prodi Manajemen FEB Unjani), Neni Maryani SE Msi, Ak CA CPA CTA (Dekan FEB Unjani), Dr Partogian Sormin SE MM Ak CA CPMA (Dosen FEB UPH dan USAKTI), serta Tania Adialita SE MBA (Dosen Prodi Manajemen FEB Unjani).
Dalam pemaparannya, pembicara pertama Juddy Prabowo mengetengahkan tema terkait Studi Kelayakan Bisnis.
Tema ini menyajikan berbagai hal terkait investasi seperti manfaat investasi, jenis investasi, hingga biaya investasi.
"Investasi bermanfaat untuk menyerap tenaga kerja, menambah devisa dan lain sebagainya di mana investasi bisa dilakukan melalui dua cara yaitu Investasi Nyata (real investment) dan Investasi Finansial (financial investment)," ujarnya.
Juddy juga menjelaskan soal biaya investasi yang terkait fisik dan studi kelayakan lainnya serta modal kerja yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel.
Sementara pembicara kedua, Neni Maryani, memberikan penjelasan seputar tema 'Konsep Biaya (Cost) dan Beban (Expense)'. Tema ini menjelaskan perbedaan mendasar terkait biaya dan beban.
"Cost ini berhubungan dengan penetapan harga pokok produksi sedangkan expense berhubungan dengan laba- rugi. Dua-duanya ada di laba-rugi tapi expense lebih terkait ke mengurangi pendapatan," ujar Neni.
Neni menyebutkan bahwa konsep biaya akan menetapkan, salah satunya, harga pokok yang berhubungan dengan produksi barang yang diawali dari bahan baku hingga barang jadi yang akan dijual (manufaktur).
Menurut Neni, terkait tema pengabdian masyarakat ini, maka akan ada komersialisasi hasil riset produk kesehatan.
"Jadi ada produk yang dihasilkan yang memerlukan perhitungan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut. Jadi ada input, membeli bahan hingga proses produksi menjadi output yaitu barang jadi yang akan dijual," katanya.
Di sini, kata Neni, kita harus bisa membedakan cost dan expense. Cost didefiniskan sebagai nilai tukar atau pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk memperoleh sumber daya yang menjamin perolehan di masa yang akan datang.
Sedangkan expense adalah biaya yang telah memberikan suatu manfaat dan termasuk pula penurunan dalam aset atau kenaikan dalam kewajiban sehubungan dengan penyerahan barang dan jasa dalam rangka memperoleh pendapatan.
Sementara itu pembicara Partogian Sormin menghadirkan tema 'Penentuan Harga Jual Produk Kesehatan' dalam sesi berikutnya.
Menurut Partogian, penentuan harga atau pricing menjadi sangat penting karena terkait sejumlah hal seperti kemampuan bertahan dan maju, pendekatan target costing khususnya di tahap awal bisnis, dan beberapa hal lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/webinar-akuntansi-unjani.jpg)