Kisah 7 Warga Diajak Polisi Cari Ibunya Setan di Gunung Ciremai, Semula Tak Tahu, Kaget Saat Ketemu
Tujuh warga ikut bersama polisi mencari bahan peledak berjuluk The Mother of Satan atau Ibunya Setan di Gunung Ciremai.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Sejumlah warga diajak langsung oleh kepolisian untuk menemukan lokasi penyimpanan bahan peledak di bawah Kaki Gunung Ciremai wilayah Majalengka.
Kepala Dusun Malarhayu, Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Udi (45) mengatakan, ada tujuh warganya yang diajak langsung ke lokasi penemuan.
Namun, para warga tersebut tak mengetahui, tujuan para polisi mengajak ke lokasi yang diketahui dikenal oleh masyarakat dengan Karanglenang tersebut.
"Jadi awalnya itu, salah satu warga bertemu banyak polisi. Lalu polisi itu nanya tahu Karanglenang enggak? Warga saya jawab tahu. Tapi, pas ditanya ada apa, polisi enggak jawab. Itu kejadiannya Kamis sore," ujar Udi saat ditemui di Blok Malarhayu, Selasa (5/10/2021).
Setelah itu, warga atas nama Parman ini mengajak rekan lainnya untuk menemaninya dan para polisi tersebut ke lokasi yang dimaksud.
Namun, karena waktu sudah menjelang malam, baik Parman maupun polisi tak bisa menjangkau lokasi yang diinginkan.
"Jadi 2 hari, hari pertama Kamis sore para polisi sudah banyak yang ke sini (Blok Malarhayu) minta ditunjukkan ke lokasi Karanglenang. Tapi karena kesorean, dilanjut besok paginya (Jumat)," ucapnya.
Saat Jumat, sambung Udi, sejak pagi para anggota kepolisian sudah bersiap-siap melanjutkan perjalanan.
Para warga yang diajak pun menyanggupi dan akhirnya menemukan lokasi yang dimaksud.
"Sekitar pukul 08.00 WIB para warga kami sudah menemani para polisi dan akhirnya ketemu. Katanya, ada sebanyak 35 kg bahan peledak ditemukan dalam keadaan dibungkus berbagai macam botol," jelas dia.
Sementara, salah satu warga yang mengantar polisi ke lokasi penemuan bahan peledak, Parman (46) mengaku, pihaknya kaget saat sejumlah barang berbotol ditemukan di semak-semak.
Apalagi, saat ia diberitahu jika yang ditemukan itu bahan peledak atau bom.
"Ya saya kaget. Awalnya kan enggak tahu saya diajak tuh mau apa. Saya cuma nunjukin lokasi yang polisi minta, karena saya tahu ya saya antar. Pas tahu itu bom, ya kaget, gak nyangka juga," katanya.
Paska ditemukan bahan peledak tersebut, Parman juga mengaku bahan peledak tersebut langsung diamankan.