Breaking News:

Pendaki Hilang di Gunung, Basarnas Siapkan Aturan Bagi Pendaki yang Masih di Bawah Umur

Peristiwa hilangnya pendaki yang masih di bawah umur selama enam hari di Gunung Guntur menjadi catatan penting bagi semua pemangku kebijakan.

TribunJabar.id/Sidqi Al Ghifari
Muhammad Gibran Arrasyid (14), pendaki yang sempat hilang di Gunung Guntur akhirnya ditemukan pada Jumat (24/9/2021) sekitar pukul 16.30. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Peristiwa hilangnya pendaki yang masih di bawah umur selama enam hari di Gunung Guntur menjadi catatan penting bagi semua pemangku kebijakan.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan edukasi kepada calon pendaki yang masih di bawah umur agar mereka menaati sejumlah aturan.

"Jadi kami, sekarang itu sedang mengedukasi terkait aturan yang seperti itu.
Karena memang ini kebanyakan yang jadi korban adalah orang-orang yang semangatnya lagi puncak-puncaknya tanpa ilmu pengetahuan yang memadai," ujarnya saat dihubungi, Senin (27/9/2021).

Ia menjelaskan saat ini pihaknya tengah menggagas aturan mendaki terutama
bagi yang masih di bawah umur.

Aturan tersebut digagas dengan melibatkan pecinta alam dan pengelola taman wisata
alam se-Jawa Barat.

"Terutama petugas atau volunteer yang ada di wisata Gunung semuanya bagaimana
kita sudah membuat aturan yang ketat terkait dengan itu,"

"Ada pun misalkan mereka kekeuh, ya itu satu minimal didampingi orang tua, kalau
tidak ada orang tua ya kan petugas yang ada agar mendampingi," ucapnya.

Deden menekankan agar setiap organisasi mau pun pecinta alam yang hendak
melakukan pendakian ke Gunung agar melapor terlebih dahulu ke Basarnas.

Baca juga: Sejarah Panjang Gunung Guntur Tempat Gibran Hilang, 23 Kali meletus hingga Kisah Mistis Pendaki

Hal tersebut perlu dilakukan agar pihaknya bisa membantu melakukan pemantauan
serta memudahkan untuk pihaknya melakukan penanganan jika ada hal-hal yang tidak diinginkan.

"Nanti kita melihat juga di situ siapa yang bisa dihubungi, dari yang akan
mendaki itu. Terus kemudian juga keluarganya di rumah siapa yang bisa dihubungi," ucap Deden.

Menurutnya jika masyarakat melakukan laporan ke Basarnas sebelum mendaki pihaknya akan memberikan arahan dan informasi terkait kondisi di Gunung yang hendak didaki pelapor.

"Utamanya untuk mencegah dan memudahkan mana kala terjadi hal yang tidak diinginkan, khususnya Gunung-gunung yang ada di Jawa Barat," ungkapnya.

Laporan tersebut bisa melalui Call Center 115 atau via online yang nantinya akan
disambungkan ke nomor yang bisa dihubungi untuk proses komunikasi lebih lanjut.(*)

Baca juga: Psikolog Ungkap Apa yang Terjadi pada Gibran, Pendaki yang Hilang 6 Hari di Gunung Guntur

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved