Perampokan Toko Emas di Bandung
Fakta Terbaru Perampokan Toko Emas di Bandung, Korban Ternyata Sempat Dilaporkan Warga, Ini Sebabnya
Ada fakta baru terkait perampokan toko emas di Kota Bandung. Korban T ternyata pernah dilaporkan warga. Ini sebabnya.
Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polisi hingga kini masih memburu dua dari tiga pelaku perampokan yang disertai perampasan nyawa pemilik Toko Mas Gaya Baru berinisial T (60) di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.
Satu pelaku lainnya telah berhasil diamankan petugas.
Kasus ini pun masih dalam pengembangan pihak berwajib.
Menurut keterangan seorang pegawai dari toko pakaian yang bersebelahan dengan Toko Mas Gaya Baru, Agus Sunandar (36) mengatakan, selain memiliki kepribadian tertutup dan tidak pernah bersosialisasi semasa hidupnya, Toni pun dikenal sebagai pribadi yang kurang peduli terhadap kebersihan.
Akibat perbuatannya, pemilik toko emas itu pernah dilaporkan masyarakat kepada aparat pemerintah kewilayahan.
Ini karena mereka merasa terganggu kenyamanannya oleh ulah hewan peliharaannya yang tidak dirawat dan dijaga dengan baik.
"Dia (almarhum) itu punya hewan peliharaan di dalam rumahnya, dua ekor anjing, dan kucing, tapi berapa jumlah pasti kucingnya saya juga enggak tahu, tapi banyak, kurang lebih ada lebih dari lima ekor, itu pun bukan kucing mahal seperti jenis anggora atau persia, cuma kucing kampung biasa," ucapnya Selasa (21/9/2021) kemarin.
"Dia pernah dilaporkan ke petugas kewilayahan, karena hewan peliharaan, mohon maaf karena 'berak' di mana saja, bahkan di lantai dan etalase tempat jualan dia juga banyak (kotoran)," ujarnya saat ditemui di tempat kerjanya.
Aduan masyarakat kepada petugas kewilayahan itu, lanjutnya merupakan puncak dari kekesalan warga sekitar yang merasa terganggu dengan sikap cuek dari pemilik toko.
Meskipun kerap diberikan peringatan oleh warga dan pelaku usaha yang beraktivitas di sekitar toko tersebut tapi hal itu terus terjadi.
Selain bau kotoran yang sangat menyengat setiap kali pemilik toko membuka pintu gulungnya, tetapi juga hewan peliharaannya yang kerap keluar masuk ke toko tempat usaha lain di samping kiri dan kanannya melalui celah-celah bangunan.
Sehingga hal itu mengganggu kenyamanan berbelanja dari konsumen yang berada di toko sebelahnya.
"Itu pintu kalau dibuka, baunya (kotoran) aduh mengganggu sekali, makanya mau itu orang yang cuma lewat atau pembeli di toko ini selalu tutup hidung dan mulutnya, soalnya menyengat sekali. Selain di dalam rumah dia, kucing atau anjingnya juga suka berak di mana aja, di trotoar sampai di depan toko lain juga sering. Kita udah sering kasih tahu yang punya, tapi gitu lagi - gitu lagi, enggak ada perubahan," ucapnya.
Agus pun mengaku wajar, apabila hewan peliharaan korban yang berhasil di evakuasi petugas kepolisian kemarin, kondisinya sangat memprihatikan, bahkan mati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pejalan-kaki-lewati-toko-emas-dirampok.jpg)