Perampokan Toko Emas di Bandung

Fakta Terbaru Perampokan Toko Emas di Bandung, Korban Ternyata Sempat Dilaporkan Warga, Ini Sebabnya

Ada fakta baru terkait perampokan toko emas di Kota Bandung. Korban T ternyata pernah dilaporkan warga. Ini sebabnya.

Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Cipta Permana
Dua orang pejalan kaki melewati depan Toko Emas Gaya Baru yang menjadi TKP dari aksi perampokan berdarah yang menewaskan pemilik toko dengan inisial T (60), di Jalan A.Yani (Kosambi), Selasa (21/9/2021). 

Lantaran kondisi toko sepi, muncul niat untuk melakukan aksi kejahatan.

Saat ini, satu pelaku berinisial S sudah diamankan polisi, sedangkan dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Tertutup

Perkembangan kasus perampokan di Toko Mas Gaya Baru, Jalan Kosambi, Kota Bandung, masih berkutat pada pengembangan oleh kepolisian Polrestabes Bandung.

Kondisi terkini di lokasi kejadian, garis polisi masih terpasang di depan toko emas dengan di bagian tengahnya terselip kain untuk menutup bau tak sedap yang masih tersisa di dalam. 

Pemilik Toko Mas Gaya Baru ditemukan tewas di dalam toko dengan luka pukulan benda tumpul di bagian kepala.

Toko yang ada di sisi kanan dan kiri lokasi kejadian, tampak sudah kembali beroperasi dan terlihat di sekitar sepi serta arus lalu lintas pun ramai lancar. 

Salah seorang pedagang kaki lima di sekitar, Iwan (55) menuturkan bahwa korban tewas bernama Toni (60).

Menurutnya, korban memang hidup sebatang kara alias sendiri hidup di toko dan juga rumah tersebut. 

"Orangnya tertutup sih sama warga dan juga orang sekitar sini. Jarang bersosialisasi juga. Ditambah memang setiap harinya pengunjung ke toko emasnya sepi," katanya saat ditemui di lokasi, Selasa (21/9/2021).

Iwan menambahkan keluarga-keluarga korban tinggal di luar kota.

Toko yang ada di sebelahnya pun masih dimiliki oleh keluarga korban hanya kemudian disewakan.

"Toko fesyen ini juga milik keluarganya. Tapi, kalau korban lebih memilih area toko emas itu sebagai warisan yang dia dapat dari orangtuanya," katanya.

Ketika disinggung terkait kondisi toko yang menurut keterangan pihak kepolisian tampak kumuh dan sejumlah binatang peliharaan sampai tak terurus, Iwan pun mengakui bahwa korban yang merupakan pemilik toko itu memang berbeda dengan pendahulunya alias orangtuanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved