Rabu, 6 Mei 2026

Bisa Cegah Jantung dan Stroke, Berikut Waktu dan Durasi yang Tepat untuk Tidur Siang

Tidur siang juga dapat mencegah penyakit jantung, stroke, dan lain-lain.

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
Snuggle-Pedic
Ilustrasi tidur 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tidur siang biasanya diberlakukan untuk anak-anak. Padahal tak hanya untuk anak-anak, tidur siang juga bisa dirasakan manfaatnya bagi orang dewasa.

Setelah beraktivitas pada pagi hingga siang hari, tidur siang menjadi kebutuhan bagi banyak orang untuk kembali mendapatkan kebugaran tubuh.

Dengan istirahat tidur siang tak hanya membantu tubuh lebih bugar untuk kembali beraktivitas, tidur siang juga dapat mencegah penyakit jantung, stroke, dan lain-lain.

Baca juga: Tidur Siang Memiliki Manfaat Luar Biasa, Bisa Meningkatkan Kemampuan Otak

Dikutip dari Kompas.Com, Pakar kesehatan tidur RS Mitra Keluarga dr Andreas Prasdja, RPSGT, mengatakan, waktu terbaik untuk tidur atau istirahat siang adalah di jam-jam setelah makan siang.

"Jam-jam setelah makan siang itu baik, kira-kira jam 13.00 atau jam 14.00," kata dr Andreas kepada Kompas.com, Sabtu (10/10/2020).

Untuk usia produktif, durasi waktu tidur yang disarankan adalah 15-20 menit.

ilusrasi tidur lagi sai bangun pagi lebih awal
ilusrasi tidur lagi sai bangun pagi lebih awal (ISTIMEWA)

Tidur siang untuk tingkatkan produktivitas Andreas mengatakan, konteks tidur siang adalah untuk meningkatkan produktivitas, bukan membayar utang tidur.

Oleh karena itu, durasi tidur pun tak perlu lama.

Baca juga: Penjelasan Ilmiah Mengapa Kacang Kenari Mampu Turunkan Risiko Kena Penyakit Jantung

Saat tidur, kata dia, kemampuan otak, produktivitas, performa, serta stabilitas emosianal akan dibangun. Efek itu tak bisa digantikan oleh zat apa pun. "Sayangnya, sampai sekarang belum ada satu zat pun yang bisa menggantikan efek restoratif tidur, bahkan kafein sekali pun," ujar dia.

"Sebab kafein kan cuma buat melek, seolah-olah seger tapi kan otak yang sudah lelah tidak terbantukan sama sekali," lanjut Andreas.

Namun, ia mengingatkan, agar tidak tidur terlalu sore karena akan mengganggu jam tidur malam.

ilustrasi pria tidur
ilustrasi pria tidur (ISTIMEWA)

Andreas menjelaskan, selama ribuan tahun otak manusia memiliki siklus waktu yang sama, yaitu pagi hingga sore untuk beraktivitas dan malam untuk istirahat.

Menurutnya, siklus tersebut mengikuti cahaya. Akan tetapi, manusia sekarang memiliki ekspos cahaya yang tidak beraturan, bahkan mereka bisa terpapar cahaya selama 24 jam.

"Kalau jaman dahulu kan matahari, sekarang ada cahaya buatan, belum lagi dari gadget. Jadi mata kaya disenter terus, itu sebabnya ada Delayed Sleep Wake Phase Disorder (DSWPD). Nah itu kan pergeseran jam tidur, bukan insomnia. Itu ada karena ekspos cahaya yang gk pernah diatur," kata Andreas.

Baca juga: Terjadi Mendadak, Bisa Alami Kecacatan, Kenali Gejala Stroke dengan Metode FAST, Begini Caranya

"Gangguan tidur sebenarnya kan dimulai sejak ditemukannya bola lampu. Jam kerja jadi bergeser, ekspos cahaya pun jadi bergeser," ujar dia.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved