Breaking News:

Kelola Barang Rampasan dan Sitaan Negara Rp 67 M, Rupbasan Bandung Luncurkan Sistem Cegah Pungli

Rumah Penyimpanan Barang Rampasan dan Sitaan Negara (Rupbasan Bandung) meluncurkan aplikasi Sibaba Online dan buku tamu digital untuk cegah pungli

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Mega Nugraha
Tribunjabar/Mega Nugraha
Sedan Bentley jadi barang bukti kejahatan di Rupbasan Bandung 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG-Rumah Penyimpanan Barang Rampasan dan Sitaan Negara (Rupbasan Bandung) meluncurkan aplikasi Sibaba Online dan buku tamu digital untuk menutup celah praktik pungli dalam pengelolaan barang rampasan dan sitaan negara.

Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jabar Sudjonggo didampingi Kepala Rupbasan Klas I Bandung, Alviantino Rizky, menjelaskan, inovasi ini untuk mencegah terjadinya pungli pengelolaan barang sitaan negara kini dilakukan secara digital.

"Pengelolaan secara digital tersebut dilakukan Rupbasan Bandung. Dengan aplikasi 'Sibaba Online' pengelolaan mulai dari penitipan hingga pengeluaran benda sitaan dilakukan tanpa proses tatap muka," kata Sudjongo di Kantor Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Jalan Jakarta, Senin (13/9/2021).

Sudjonggo menambahkan, sistem Sibaba Online ini juga untuk mempermudah pelayanan masyarakat dalam mengambil barang rampasan dan sitaan.

Baca juga: Pangkas Birokrasi dan Hindari Pungli, Rupbasan Kelas I Cirebon Luncurkan Aplikasi Cekatan

"Ini untuk mempermudah juga jalinan kita dengan aparat penegak hukum yang lain. Terutama no pungli. Jadi dengan aplikasi tidak lagi ketemu langsung, tapi dengan IT," papar Sudjonggo.

Di Rupbasan Bandung, berbagai barang bukti rampasan dan sitaan disimpan. Baik itu mobil, motor, ponsel hingga furniture, perkayuan, mesin-mesin, BBM, obat kimia, pupuk, miras hingga tanah dan bangunan. Adapun total nilai aset yang dititipkan ini mencapai Rp 67 miliar.

Beberapa diantaranya, ada yang sudah resmi disita negara ada juga yang masih bisa diambil.

"Jangan sampai barang 10 dikembalikan sembilan, atau delapan. Hal seperti itu yang kita cegah,"terang Sudjonggo.

Kepala Rupbasan Bandung, Alviantino, mengharapkan aplikasi Sibaba Online dapat meringankan pekerjaan para penegak hukum dalam proses penitipan dan pengeluaran barang yang dititipkan di rupbasan.

"Karena mempercepat proses dgn menggunakan teknologi. Walaupun kecil, namun kami punya cita-cita besar untuk bisa menjaga eksistensi rupbasan di indonesia. Sehingga dapat membawa marwah dan citra positif untuk pemasyarakatan," kata Alviantino.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved