Breaking News:

Fenomena Badai Sitokin Pada Pasien Covid-19, Orang Dengan Penyakit Ini Beresiko Terkena

Bahwa tidak semua penderita COVID-19 akan mengalami badai sitokin namun orang dengan penyakit ini lebih beresiko terkena

Editor: Siti Fatimah
EYE OF SCIENCE/SCIENCE SOURCE/SCIENCE NEWS
Gambar badai sitokin yang diperoleh dari mikroskop elektron. Badai sitokin dipicu oleh sel-sel imun seperti macrophages (gambar sel paling besar di tengah) dan leukosit (gambar sel-sel yang lebih kecil). 

Pada pasien obesitas, tentunya akan lebih berisiko mengalami badai sitokin karena akan mudah terkena inflamasi.

Baca juga: Apa itu Badai Sitokin? Dialami Deddy Corbuzier saat Terpapar Covid-19

“Meskipun individu mengalami faktor-faktor risiko tersebut, namun bukan berarti mereka pasti akan terkena badai sitokin. Sebaliknya, individu yang tidak memiliki faktor risiko tersebut, bukan berarti tidak akan terkena badai sitokin. Semua kembali ke imun tubuh setiap individu, karena pertahanan imun setiap individu tentunya berbeda-beda,” ujarnya.

Dengan kata lain, faktor-faktor risiko ini hanyalah sebuah prediksi, bukan merupakan suatu indikator kepastian seseorang terkena badai sitokin atau tidak.

Saat penjelasan materi, dirinya mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi pemerintah guna menghindari adanya fenomena badai sitokin.

Penggunaan vaksin COVID-19 seperti Astra Zeneca, Sinovac, Pfizer, Moderna, dan Sinopharm sangat penting dalam upaya penanganan pandemi.

Masyarakat juga harus memahami bahwa setiap jenis vaksin memiliki kriteria penerima vaksin yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Seperti vaksin Pfizer yang diperuntukkan hanya untuk anak usia 12 hingga 17 tahun, ibu hamil, atau seseorang yang direkomendasikan oleh dokter.

Baca juga: Efeknya Berbahaya, Apa Itu Badai Sitokin? Sebabkan Kematian Pasien Covid-19, Ini Cara Meredamnya

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu menjaga daya tahan tubuh mereka agar terhindar dari penularan COVID-19 maupun badai sitokin.

Untuk mendukung daya tahan tubuh tersebut, tentunya membutuhkan asupan nutrisi yang sehat. Kebutuhan nutrisi ini terdiri dari makro nutrien dan mikro nutrien.

Karbohidrat, protein, dan lemak adalah jenis makronutrien yang baik dikonsumsi oleh masyarakat, sedangkan jenis mikronutrien yang baik adalah vitamin dan mineral.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved