Breaking News:

Wisata di Bandung Barat Belum Buka? Hengky Kurniawan Mengaku Tak Mau Terburu-buru, Ini Alasannya

Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat (Pemda KBB) enggan terburu-buru untuk membuka objek wisata

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Siti Fatimah
hilman kamaludin/tribun jabar
Kebijakan ganjil genap di Lembang diterapkan sejak Sabtu (4/9/2021) dan Minggu (5/9/2021) di ruas Jalan Raya Lembang. Kendaraan terlihat padat menuju arah Lembang. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat (Pemda KBB) enggan terburu-buru untuk membuka objek wisata meskipun saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 3 sudah bisa dibuka.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, untuk membuka semua objek wisata di KBB ini pihaknya akan membahas terlebih dahulu dengan Satgas penanganan Covid-19 serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).

"Kemarin (rapat) dengan Pak Luhut (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi) tempat wisata sudah boleh dibuka, tapi dengan prokes, pengunjung 25 persen dan lain-lainnya," ujar Hengky saat ditemui di Parongpong, Selasa (7/9/2021).

Baca juga: Disparbud Bandung Barat Belum Berani Buka Tempat Wisata Saat PPKM Level 3, Begini Alasannya

Atas hal tersebut, kata Hengky, objek wisata di Bandung Barat pun sebetulnya memang sudah bisa dibuka.

Namun, pihaknya masih harus menunggu turunnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) yang terbaru.

"Sudah mulai agak longgar tapi jangan sampai kita melanggar. Nanti biar Satgas penanganan Covid-19 dan Disparbud berdiskusi bagaimana baiknya agar nantinya bisa disampaikan ke pelaku wisata. Tinggal kita menunggu Inmendagri-nya keluar, baru kita teruskan," katanya.

Kondisi di obyek wisata The Great Asia Africa Lembang setelah ditutup karena KBB masuk Zona Merah
Kondisi di obyek wisata The Great Asia Africa Lembang setelah ditutup karena KBB masuk Zona Merah (Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin)

Apalagi, kata Hengky, berdasarkan evaluasi Pemprov Jabar bahwa KBB ini seharusnya menerapkan PPKM Level 2 bukan Level 3.

Namun karena wilayahnya masuk aglomerasi Bandung Raya, maka harus mengikuti dengan daerah yang lain.

Baca juga: Varian Covid-19 Mu Terdeteksi di Sejumlah Negara, Pemprov Jabar Ingatkan Prokes di Objek Wisata

"Kalau lihat nilai Pikobar seharusnya sudah level 2, tapi karena aglomerasi kita jadi level 3. Apalagi BOR kita sudah diangka 11 persen dari sebelumnya 95 persen, kemudian yang positif juga sudah tidak 1.000 sekian, tapi sekarang hanya 300-an," ucap Hengky.

Selain itu, kata Hengky, saat ini juga sudah tidak ada lagi RT yang masuk zona merah, sehingga berdasarkan nilai Pikobar pun, Bandung Barat seharusnya sudah menerapkan PPKM Level 2.

"Tapi karena aturan pusat dan aglomerasi, kita jadi level 3. Tapi apa yang disampaikan pak Luhut, tempat wisata sudah mulai dibuka," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved