Breaking News:

Baksos YKKJRK-TNI Ajak Masyarakat yang Mampu Memuliakan Warga yang Kekurangan

Terhitung jumlahnya bakti sosial yang digelar atas inisiatif Yayasan Kebhinekaan Kesatuan Jiwa Raga Kami (YKKJRK) bersama TNI, sejak digelar 2018

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Darajat Arianto
DOK YKKJRK
Bakti sosial yang digelar atas inisiatif Yayasan Kebhinekaan Kesatuan Jiwa Raga kami (YKKJRK) bersama TNI. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sudah tak terhitung jumlahnya bakti sosial yang digelar atas inisiatif Yayasan Kebhinekaan Kesatuan Jiwa Raga Kami (YKKJRK) bersama TNI. Baksos ini sudah digelar sejak 2018 jauh sebelum pandemi melanda dunia termasuk Indonesia.

Namun dalam kondisi kekinian, dimana pandemi Covid-19 melanda, baksos YKKJRK-TNI lebih terasa lagi manfaatnya, khususnya bagi mereka yang tidak mampu serta bagi penyandang abilitas.  

Ketua YKKJRK, Petrus Adamsantosa, mengatakan bahwa dampak pandemi yang sangat dahsyat turut menimpa sektor ekonomi yang memporak-porandakan kesejahteraan rakyat.

Perpanjangan PPKM yang masih terus berlanjut, meski telah turun level, membuat sektor ini masih belum begitu leluasa bergerak. 

"Ekonomi tidak akan serta-merta bangkit dan rakyat sejahtera, kita masih harus membuka mata karena masih banyak warga yang susah, kekurangan dan belum mampu bangkit," ujar Adam di sela baksos YKKJRK-TNI, Kamis (26/8/2021).  

Hal inilah yang membuat baksos YKKJRK-TNI tidak pernah dihentikan di masa sulit ini. Menurut Adam, hal ini lebih dirasakan oleh  kaum disabilitas yang selama ini mengandalkan mata pencaharian di tempat dan fasilitas umum, seperti menjadi pemijat, pengamen, pekerja seni, dan lain sebagainya. 

Menurut Petrus Adamsantosa, bantuan yang diberikan pihaknya melalui baksos YKKJR dan TNI merupakan salah satu bentuk kepedulian dan solidaritas bagi kaum tak mampu, terutama kaum disabilitas dan pemulung serta anak jalanan.

Baca juga: Sasaran Baksos YKKJRK-TNI Efektif, Bukti Solidaritas Bagi Penyandang Disabilitas dan Kaum Tak Mampu

"Banyak penyandang disabilitas yang berprofesi sebagai pemijat, pengamen hingga pedagang menjadi berkurang pendapatannya, bahkan hilang sama sekali di masa PPKM ini. Karena itulah baksos ini terus digelar," katanya.

Adam mengatakan, seperti biasa pelaksanaan baksos selalu memperhatikan prokes yang ketat, tidak bergerombol atau berkumpul dan hanya dilakukan di tempat-tempat yang bisa dilalui kendaraan roda empat yang membawa sembako.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved