Kamis, 28 Mei 2026

Oded M Danial Minta Evaluasi, 4 BUMD di Kota Bandung Pakai Duit Rakyat Tapi Belum Menguntungkan

Wali Kota Bandung Oded M Danial menanggapi kritikan Wakil Ketua DPRD Ade Supriadi soal kinerja BUMD di Kota Bandung belum setor keuntungan.

Tayang:
Penulis: Tiah SM | Editor: Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD NANDRI PRILATAMA
Wali Kota Bandung Oded M Danial di Pendopo Kota Bandung, Kamis (5/8/2021). 

BUMD lainnya masih sulit memberikan keuntungan seperti PD BPR, PD Pasar yang sekarang untuk operasional juga kesulitan dana.

Menurut Ema maksud dibentuknya BUMD pada awalnya adalah untuk membantu keuangan Pemkot Bandung tapi kenyataannya, belum ada BUMD yang bisa menyetorkan deviden sesuai dengan harapan.

Sementara itu anggota DPRD Kota Bandung Erick Darmajaya mengaku prihatin dengan kondisi  BUMD Pemkot yang tidak pernah menghasilkan keuntungan khususnya PD Pasar.

"Sudah hampir 2 tahun jajaran direksi baru  menjabat, hanya perubahan parkiran di Pasar Sukajadi yang dilakukan, menyedihkan," ujarnya.

Di Kota Bandung ada 38 Pasar yang dikelola PD Pasar yang cukup besar potensi menghasilkan PAD tapi dua tahun kepengurusan baru belum ada prestasi menonjol.

"Memang banyak PR hasil direksi direksi lama yang harus dituntaskan, tapi buat apa menerima jabatan kalau tidak ada perubahan berarti?, tanya  Erick.

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Ade Supriadi menagih janji BUMD yang akan membantu pendapatan pemerintah Kota Bandung  di luar pajak.

“Para direksi BUMD ini telah berkomitmen sejak dilantik, mendatangkan keuntungan bagi Kota Bandung sekaligus melayani masyarakat. Di tengah pandemi yang minim pendapatan pajak, seharusnya BUMD bisa membuktikan peranannya” ujar Ade.

Baca juga: MUI Kota Sukabumi Izinkan Salat Jumat Termasuk di Masjid Agung, Warga Harus Perhatikan Hal Ini

Menurut Ade, wajar menuntut BUMD karena seiap penyertaan modal yang disuntikkan kepada BUMD dari APBD Kota Bandung wajib dikonversi menjadi dividen atau keuntungan yang nantinya akan kembali disalurkan bagi kebutuhan masyarakat.

"Penyertaan modal ke BUMD sudah mengambil dana kebutuhan publik, jika tak ada hasilnya, berarti menyia nyiakan penyertaan modal yang diambil dari APBD," ujar Ade.

Ade mempertanyakan kinerja, Perumda Pasar Juara Kota Bandung yang belum memberikan keuntungan padahal  mengurus puluhan pasar, sangat terbuka untuk menaikkan pendapatan Kota Bandung.

"Logikanya, cukup besar keuntungan Perumda Pasar dari kerjasama pengelolaan bangunan pasar dengan pihak swasta, retribusi, sejumlah potensi komersial, hingga pemasukan dari parkir," ujar Ade. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved