Selasa, 2 Juni 2026

Manfaatkan Sinar Ultraviolet, Warga Ciamis Ini Ciptakan Alat Penangkap Hama Wereng

Seorang warga Ciamis berhasil merancang alat penangkap hama wereng dengan memanfaatkan sinar ultraviolet

Tayang:
Penulis: Andri M Dani | Editor: Siti Fatimah
Rudi Mandalajaya (40) warga Dusun Desa Rt 05 RW 09 Desa Dewasari Cijeungjing Ciamis dan alat perangkapa hama wereng serta hama serangga penyerang padi sawah menggunakan sinar ultraviolet buatannya. 

Setelah berkeliling mengitari lampu UV, akhirnya jatuh ke baskom yang berisi air bercampur deterjen.

Bila dilihat pagi hari akan dipergoki banyak serengga yang mati merapung di baskom berisi air bercampur deterjen.

Lampu UV bersinar fokus sepanjang gelapnya malam karena mendaat suplai dari  solar cel mini yang dipasang di bagian atas perangkat. Siang hari solar cel mini tesrebut menyerap energi dari sinar matahari dan ketika gelap, otomatis lampu menyala.

“Jangankan malam. Siang hari saja, seperti sore ini, kalau ditutup solar cel mininya dengan tangan. Lampu UV otomatis menyala. Prinsip kerjanya sederhana,” jelas suami dari Fitri Destiani tersebut.

Rudi berharap alat sederhana yang  dirancang bisa membantu petani yang padi sawahnya setiap musim tanam selalu terancam  hama wereng dan hama serangga lainnya.

Baca juga: Diserang Hama Tikus, Petani Padi di Ciracap Kabupaten Sukabumi Pun Gagal Panen

“Idealnya bisa ikut berpartisipasi menyelamatkan pangan nasional,” ujar alumnus Teknik Informatika Unsil tahun 2013 tersebut.

Setiap satu hektare sawah menurut Rudi hanya dibutuhkan 4 unit alat rancangannya tersebut dan petani tidak perlu lagi membeli herbisida untuk memberantas hama yang menyerang padi sawah mereka.

Tentua hal tersebut sanat cocok mendukung pengembangan pertanian organik yang berwawasan lingkungan.

“Bisa menekan biaya produksi. Turut mendukung pengembangan pertanian organik dan penyelamatan lingkungan. Alatnya tidak perlu dipasang permanen di sawah. Bisa dibongkar pasang dibawa pulang,” katanya.

Bila disuatu lingkungan sedang terserang penyakit DBD yang disebabkan gigitan nyamuk aedes agypti, alat jebakan hama wereng buatan Rudi ini juga bisa dipasang di lingkungan pemukiman warga.

Baca juga: Hama Akar Gada Bikin Petani Sayuran di Majalengka Gagal Panen

Alat pertangkap hama wereng dengan memanfaatkan sinar UV yang dibatnya 3 bulan lalu, awal bulan Agustus lalu mengikuti  lomba BDSI secara virtual.

“Alhamdulillah masuk grand final. Tanggal 12 Agustus lalu, hasilnya sudah diumumkan, keluar sebagai juara,” ujar bapak dua anak tersebut.

Sekarang Rudi sedang mengurus NIB dan hak cipta atas alat perangkap hama wereng dan serangga malam yang memanfaatkan sinar UV buatanya testsebut.

Menurut Rudi ia pun siap berbagi ilmu dengan kelompok tani,  penyuluh, siswa SMK pertanian mapun elektronik serta mahasiswa tentang alat perangkap hama wereng rancangannya tersebut.

“Mumpung selama masa pandemi ini saya punya banyak waktu,” ujar Rudi yang bekerja sebagai teknisi alat mainan elektronik pakai koin dengan wilayah kerja dari Bandung sampai Majenang (Cilacap) yang selama masa pandmi dan PPKM ini dirumahkan oleh perusahaan tempat ia bekerja .

“Saya siap berbagi ilmu,” katanya

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved