Breaking News:

Minta Bantuan Pemerintah

Hama Akar Gada Bikin Petani Sayuran di Majalengka Gagal Panen

Tanaman menjadi layu seperti kekurangan air, tanaman kerdil, pertumbuhan akar terganggu, dan pembentukan krop tidak maksimal

Hama Akar Gada Bikin Petani Sayuran di Majalengka Gagal Panen
TribunJabar
PETANI MAJALENGKA - Tatang Tarsono, petani di Desa Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Kamis (17/9/2020).

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Para petani kubis, sawi, dan tomat di Kabupaten Majalengka tak hanya dipusingkan dengan harga jual  sayuran yang anjlok, namun  juga adanya hama akar gada yang membuat gagalnya panen.

Hama akar gada merupakan penyakit yang disebabkan oleh serangan jamur Plasmodiophora brassicae.

Penyakit itu, menyerang sistem perakaran hingga akar membesar dan berdampak pada menyerapan unsur hara dan mineral.

Tanaman menjadi layu seperti kekurangan air, tanaman kerdil, pertumbuhan akar terganggu, dan pembentukan krop tidak maksimal.

"Ini membuat secta fisik tanaman menjadi jelek dan tidak bisa dipanen," ujar seorang Petani di Desa Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Tatang Tarsono (53), Kamis (17/9/2020).

Jika kebunnya kedapatan hama akar gada, kata dia, pihaknya jelas akan merugi.

Ditambah, adanya harga jual yang sedang turun bahkan anjlok.

"Kami biasanya mencegahnya dengan cara pembibitan yang ketat dan kebersihan ladang. Kami membuat ladang yang kurang menarik bagi Plasmodiophora brassicae. Selain itu kami juga mencegah agar tanah dan bahan tanaman tidak membawa spora dorman memasuki ladang," tuturnya.

Menurutnya, selama ini ia sudah mengantisipasi adanya serangan hama yang sering beredar.

Namun, tetap saja, selain rugi karena anjloknya harga jual, para petani juga dipusingkan dengan adanya hama.

Ia pun meminta pemerintah memberikan solusi yang tepat untuk para petani.

Apalagi, di tengah pandemi Covid-19 ini, pendapatan sehari-hari jelas berkurang.

"Kami mah tidak muluk-muluk, bisa makan setiap hari juga sudah bersyukur. Yang penting, pemerintah bisa memberi perhatian lebih ke kami," katanya.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Adityas Annas Azhari
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved