Breaking News:

Di Tengah Pandemi, Summarecon Lampaui Target Penjualan 2020

Sepanjang 2020, Perseroan berhasil membukukan pra-penjualan pemasaran sebesar Rp 3,3 triliun

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Siti Fatimah
dok summarecon
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Summarecon, dalam Public Expose yang berlangsung secara virtual di Plaza Summarecon, Jakarta, Selasa (24/8). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pandemi Covid-19 terbukti berdampak pada kinerja hampir seluruh bidang usaha di Indonesia, tidak terkecuali sektor properti. PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) pun melakukan penerapan strategi dan tata kelola perusahaan yang baik, inovasi, dan juga konsistensi dalam menjaga kualitas produk serta komitmennya kepada pelanggan.

President Director Summarecon, Adrianto P Adhi, mengatakan dengan berbagai upaya tersebut, hasilnya sepanjang 2020, Perseroan berhasil membukukan pra-penjualan pemasaran sebesar Rp 3,3 triliun. Pencapaian tersebut melampaui revisi target yang ditetapkan oleh Perseroan yaitu sebesar Rp 2,5 triliun. 

"Kita tahu di masa pandemi ini banyak perubahan-perubahan perilaku dari konsumen kita, banyak perubahan perilaku dari masyarakat secara umum, dan itu juga berdampak pada perubahan-perubahan cara kami berbisnis," katanya seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Summarecon, dalam Public Expose yang berlangsung secara virtual di Plaza Summarecon, Jakarta, Selasa (24/8).

Baca juga: Ribuan Warga Mendapatkan Vaksin Covid-19 di Summarecon Bandung

Ia mengatakan kinerja perseroan yang cukup baik pada 2020 juga turut dipicu oleh kebutuhan masyarakat akan properti untuk tempat tinggal maupun usaha yang terus meningkat. Daya beli masyarakat yang terdampak pandemi dapat tertanggulangi dengan penawaran skema pembayaran yang cukup bersahabat dan tingkat suku bunga kredit yang relatif rendah, hal ini membuat properti semakin mudah dijangkau oleh masyarakat luas.

Dalam laporan keuangan 2020, perseroan mencatat total pendapatan sebesar Rp 5 triliun. Usaha Pengembangan Properti masih menyumbangkan pendapatan tertinggi dengan pendapatan operasional sebesar Rp 3,7 triliun atau berkontribusi 73% dari total pendapatan, dan laba usaha sebesar Rp 1,23 triliun atau berkontribusi sebesar 96% dari total laba usaha perusahaan sebesar Rp 1,27 triliun.

Penjualan masih didominasi oleh produk hunian baik landed maupun vertikal sebanyak 79%, di samping penjualan komersial dan produk lainya. Pra-penjualan pemasaran tersebut berasal dari tujuh lokasi Summarecon yaitu Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, dan Bogor. 

Baca juga: Mal Pelayanan Publik dan Gerai Pelayanan Publik Segera Digunakan di Jalan Cianjur dan Summarecon

Ia mengatakan Summarecon Bogor adalah township terbaru yang dibuka pada Oktober 2020 dengan peluncuran perdana 555 unit properti senilai Rp 1,2 triliun. Seluruh unit tersebut habis terjual selama 2 hari pemasaran.

Penerapan PSBB dan protokol kesehatan keselamatan, katanya, telah mengakibatkan sebagian besar operasi bisnis di sektor pusat perbelanjaan, hotel, dan klub komunitas ditangguhkan, atau ditutup, hal ini mengurangi sumber pendapatan. 

Unit Usaha Investasi dan Pengelolaan Properti mencatat pendapatan sebesar Rp 894 miliar, turun Rp 705 miliar atau 44% dibandingkan pendapatan tahun lalu sebesar Rp 1,5 triliun. Unit usaha ini memberikan kontribusi sebesar 18% dari total pendapatan Perseroan, dimana 91% di antaranya berasal dari bisnis mal dan ritel. Secara geografis, Kelapa Gading masih menjadi kontributor tertinggi dengan 48% pendapatan segmen diikuti oleh Serpong (32%) dan Bekasi (19%).

Segmen usaha lainnya meliputi hotel, klub rekreasi masyarakat, pengelolaan township dan berbagai fasilitas lainnya untuk mendukung dan melengkapi kerja terpadu sebuah township.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved