Penemuan Mayat di Subang

Usai Tragedi Ibu & Anak Meninggal di Bagasi Mobil di Subang, Tetangga Alami Ketakutan, Ini Sebabnya

Tetangga mengungkap mengalami ketakutan usai tragedi meninggalnya ibu dan anak.

Penulis: Dwiky Maulana Vellayati | Editor: taufik ismail

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Beberapa tetangga Tuti (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) sempat takut.

Ini setelah Tuti dan Amalia ditemukan meninggal secara tak wajar.

Jasad keduanya ditemukan dalam bagasi mobil Toyota Alphard.

Warga takut kerena kejadian yang mengenaskan tersebut baru kali pertama terjadi di kampung mereka yang berada Dusun Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Hal tersebut dikatakan oleh Oman (57), seorang warga yang juga tetangga kedua korban.

"Ya, pas udah kejadian jelas takut warga di sini juga, soalnya baru pertama kali kejadian kayak gini di kampung sini," kata Oman saat ditemui di kediamannya, Sabtu (21/8/2021).

 Oman masih tidak menyangka dengan kematian dari dua orang yang dikenal sangat baik tersebut.

"Orangnya baik banget enggak pernah ada masalah apa pun sama warga di sini," ujarnya.

"Mudah-mudahan pelaku cepat ditangkap sama polisi," tambah Oman.

Hal senada juga dikatakan oleh salah satu warga sekaligus tetangga korban yang enggan disebut namanya.

Ia sempat takut pasca-tetangganya ditemukan tewas secara tragis.

"Saya juga sempat takut, bahkan kalo mau ke kamar mandi minta diantarkan sama anak saya," katanya.

Seperti diketahui, pada sebelumnya, Rabu (18/8/2021) pagi, warga dari Dusun Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang digegerkan dengan penemuan dua mayat yang berada di dalam bagasi mobil secara ditumpuk.

Kedua mayat tersebut merupakan ibu dan anak.

Sosok Amalia

Amalia Mustika Ratu (23), salah satu korban yang ditemukan meninggal secara mengenaskan di dalam bagasi mobil belakang di Subang, Jawa Barat, masih menyisakan banyak cerita semasa ia masih hidup.

Beberapa kisah semasa hidup Amalia di antaranya banyak pemuda dari lingkungan rumah serta kampusnya yang menyukai Amalia.

"Suka curhatnya ke Mamah, jadi saya enggak tahu banyak," ucap Yoris Raja Ammanullah (34), kakak kandung korban, di Polsek Jalan Cagak, Sabtu (21/8/2021).

"Iya lah, pasti banyak yang suka. Amalia sosok yang cantik, lugu juga."

"Pernah ngedenger sih katanya adik saya jadi primadona di lingkungan rumah, tapi kurang tahu juga."

Bukan hanya itu, Yoris juga menjelaskan sosok Amalia di mata keluarga, ia memiliki pribadi yang lugu, sopan, dan baik.

Amalia juga memiliki prestasi baik akademisi maupun nonakademisi.

Oleh karena itu, pihak yayasan tempat Amalia bekerja memberikan hadiah mobil sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan prestasinya.

"Dia kan bendahara di yayasan. Saya ketua yayasannya. Jadi pihak yayasan memberikan hadiah karena kinerjanya. Dia juga berprestasi seperti di organisasi-organisasi," ujarnya.

Paras cantik Amalia juga diungkapkan salah satu pria tetangga rumahnya.

Ia mengaku sempat mengagumi Amalia karena kebaikan dan parasnya yang cantik.

"Ya, cantik. Saya juga sebenarnya suka, tapi enggak berani bilang."

"Banyak juga yang di sini suka, dulu waktu SMA juga dia diperebutkan karena cantik," kata pria yang tidak ingin identitasnya disebutkan itu.

Polisi Temukan Titik Terang

Polisi mulai mememukan titik terang kasus pembunuhan terhadap Tuti Suhartini (55) dan anak perempuannya, Amalia Mustika Ratu (23).

Pelaku pembunuhan warga Dusun Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, itu diduga bukan orang yang asing bagi korban.

Dugaan muncul berdasarkan keterangan para saksi dan bukti-bukti yang didapat penyidik dalam olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dihubungi, Jumat (20/8/2021), Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Erdi A Chaniago, mengatakan sejumlah saksi telah menjalani pemeriksaan untuk mengungkap kasus ini.

Kemarin, penyidik dan Tim Inafis Polres Subang juga sudah mulai melakukan prarekontruksi yang diikuti oleh para saksi yang dianggap mengetahui ikhwal penemuan jasad Tuti dan anaknya.

Prarekonstruksi dilakukan tertutup.

"Namun, hasilnya belum bisa kami sampaikan," ujar Kanit Identifikasi Polres Subang, Ipda Asep Nugraha di lokasi, kemarin.

Sebelumnya, Kapolres Subang AKBP Sumarni, mengatakan dugaan bahwa pelaku adalah orang yang dikenal korban muncul setelah petugas melakukan olah TKP.

Polisi, ujar Kapolres, sama sekali tak menemukan tanda-tanda kerusakan di TKP.

Pintu rumah utuh dan tak ada barang yang dicuri.

"Diduga pelaku ini mengenal korban dan sudah mengetahui situasi di rumah korban," kata Kapolres saat ditemui di Mako Polres Subang, Kamis (19/8/2021).

Namun, kata Sumarnmi, dugaan belum mengerucut pada orang tertentu.

"Kami masih belum bisa sampaikan, masih dalam penyelidikan, tapi kami sudah fokus," ujarnya.

Dari hasil olah TKP, ujar Sumarni, diduga kuat pelaku pembunuhan ini lebih dari seorang.

"Dari jejak tapak kaki yang berbeda dua, jadi diduga lebih dari satu orang," ucap Sumarni.

Tuti dan Amalia ditemukan dalam keadaan tewas di dalam mobil mewah di rumah mereka di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Rabu (18/8).

Pelaku menumpuk jasad keduanya di dalam bagasi.

Kepala mereka memar dan berdarah.

Keberadaan korban berawal dari kecurigaan Yosef, suami Tuti, saat pulang ke rumah, Rabu pagi.

Saat itu, ia tak menemukan istri dan anaknya, sementara kondisi rumah acak-acakan, dan ada bercak darah.

Yosef yang khawatir kemudian melaporkan hal itu ke polisi, yang kemudian menemukan jenazah Tuti dan Amalia di bagasi mobil Alphard mereka.

Ditemui di Polsek Jalan Cagak Polres Subang, kemarin, Yoris (34), anak tertua Tuti, mengaku masih sulit percaya bahwa ibu dan adiknya meninggal dengan cara yang tragis.

"Saya masih syok. Sampai sekarang belum menyangka adik sama mamah saya dibunuh," kata Yoris.

Ia berharap pelaku pembunuhan ini segera tertangkap dan dihukum seadil-adilnya.

"Saya yakin pihak kepolisian akan segera mengungkap kasus yang menimpa keluarga saya ini," ujarnya.

Sebelumnya, hal senada juga diungkapkan Yosef.

Istri dan anaknya, ujar Yosef, adalah perempuan yang salehah.

"Istri saya tak pernah tertinggal salat lima waktu."

"Ia juga rutin melakukan pengajian di lingkungan rumah. Anak kesayangan saya, Amalia, juga rajin salatnya," ujar Yosef.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved