Bagus untuk Imunitas Saat Pandemi, Madu Teuweul Banjir Orderan, Kewalahan Layani Permintaan
Kelompok warga di Kabupaten Pangandaran maraup untung cukup besar dari hasil budidaya madu teuweul (trigona).
Penulis: Padna | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Sektor perekonomian dimasa pandemi Covid-19 tentunya cukup merosot, khususnya bagi kalangan masyarakat tingkat ekonominya menengah ke bawah.
Namun berbeda, dengan satu kelompok warga di Kabupaten Pangandaran ini.
Sejak pandemi apalagi ketika PPKM diberlakukan, mereka maraup untung cukup besar dari hasil budidaya madu teuweul (trigona).
Kelompok warga ini, bernama Kelompok Banyu Metu khusus budidaya lebah madu teuweul yang dipelopori oleh Supardi.
Baca juga: Cara Membuat Minuman Herbal Daun Sirih dan Madu, Manfaatnya Menyembuhkan Batuk
Kelompok banyu metu budidaya lebah madu teuweul ini berada di Dusun Babakanjaya, Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa barat.
Mereka, mulai belajar budidaya lebah madu teuweul sejak tahun 2019 dan di tahun 2020 sudah mulai berjalan maksimal.
Semenjak pandemi Covid-19 apalagi diberlakukan PPKM permintaan konsumen melonjak daripada sebelumnya.
"Hanya hasil produksi budidaya lebah madu teuweul mereka, tidak sanggup menampung semua konsumen. Meskipun, jumlah sarang lebahnya saat ini sudah sekitar lebih dari 1000 sarang," ujar Supardi selaku ketua kelompok saat ditemui Tribunjabar.id di lokasi budidaya lebah madu teuweul, Sabtu (21/8/2021) siang.
Baca juga: Rasa Lebih Pahit, Tapi Madu Hitam Dapat Mempercepat Penyembuhan Luka, Ini Penjelasannya
Pokonya, ungkap Ia, sejak PPKM memang keuntungan budidaya lebah madu teuweul sangat besar.
Karena memang, banyak orang yang mencari madu teuweul ini.
"Kan madunya berbeda dengan madu apis dan madu lebah biasanya. Dan mungkin banyak yang mencari, mereka butuh untuk kekebalan imun tubuh juga. Kan madu sangat bagus," katanya.
Hanya kecewanya, ungkap Ia, proses budidaya lebah madu teuweul ini tidak seperti menggunakan mesin.
"Jadi, tidak bisa dipercepat produksinya. Karena kan tergantung kondisi alam, contoh disekitar sarang lebah ini ada tanaman bunga-bungaan dan pohon buah-buahan," ucap Ia.
Baca juga: Mencecap Manisnya Madu Teuweul Rancakalong Sumedang, Semanis Rupiah yang Dipanen Roni
Menurutnya, madu teuweul ini rasanya manis keasaman dan budidaya lebah madu ini masih jarang dilakukan orang-orang.
Untuk harganya juga, itu berbeda-beda. Khusus reseller Rp 300 ribu per satu kilogram dan untuk konsumen biasanya lebih dari Rp 400 ribu per kilogramnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/budidaya-lebah.jpg)