Breaking News:

Cerita Ismail Tukang Wedang Jahe di Sumedang, Pendapatannya Semalam Capai Jutaan di Masa Pandemi

Tangan Ismail Edwin (35) yang gempal namun tetap tangkas menyajikan wedang jahe untuk pelanggan yang datang ke kedainya di Tanjungsari Sumedang.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Kiki Andriana
Ismail Edwin (35) penjual jahe seduh di Desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (15/8/2021). 

Laporan Kontributor Tribun Jabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Tangan Ismail Edwin (35) yang gempal namun tetap tangkas menyajikan wedang jahe untuk pelanggan yang datang ke kedainya di pinggir Jalan Raya Bandung - Sumedang, tepatnya di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Hari jelang Maghrib, namun Ismail malah semakin terbakar semangat.  Di masa Pandemi Covid-19, wedang jahe minuman rempah bercampur gula atau susu diseduh air panas sedang bagus pamornya. 

Jika pedagang lain mengeluh karena pendapatan berkurang selama pandemi, Ismail sebaliknya. Usaha jualan wedang jahe seduhnya laris manis. 

Lapak usaha Ismail di halaman Kantor Desa Tanjungsari. Di bawah kain terpal yang dibentangkan jadi saung terbuka, Ismail berdagang sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Jika ramai pengunjung, atau pembeli yang menggunakan jasa kurir makanan, Ismail bisa pulang lebih awal. Pukul 20.00 WIB, kadangkala dagangannya sudah habis. 

Ismail Edwin (35) penjual jahe seduh di Desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (15/8/2021).
Ismail Edwin (35) penjual jahe seduh di Desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (15/8/2021). (Tribun Jabar / Kiki Andriana)

Baca juga: Arus Lalu Lintas Tersendat, Polisi Terapkan Buka-Tutup di Jalur Bandung-Sumedang

"Hitung-hitungan nih. Dulu sebelum pandemi, semalam saya hanya dapat Rp 200ribu. Kini bisa Rp 500 ribu dari menjual wedang saja," katanya, di lapaknya, Minggu (15/8/2021).

Namun, keuntungan itu juga setimpal dengan harga bahan baku jahe merah yang merangkak naik di pasaran. Kini, Ismail membeli dengan harga Rp 30 ribu per kilogram, dari yang sebelumnya hanya Rp25 ribu. 

Wedang jahe yang menjadi menu di kedai pinggir jalan milik Ismail cukup beragam. Bukan hanya seduhan jahe merah dicampur gula aren atau susu, namun juga dicampur rempah lainnya seperti serai, kayu manis, kayu secang, dan daun pandan.

"Banyak yang percaya minuman semacam ini bisa memperkuat imunitas tubuh," katanya sambil selang berselang menjawab pertanyaan pelanggan. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved