PPKM Diperpanjang
PPKM Level 3 Diperpanjang Lagi, Usaha Galendo Ciamis Meregang Nyawa, Para Pekerja Dirumahkan
Menyusul diperpanjangnya lagi PPKM Level 3 sampai 16 Agustus, kelangsungan hidup usaha produksi camilan khas Ciamis, galendo, makin sempoyongan.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Wartawan Tribun Jabar Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Menyusul diperpanjangnya lagi PPKM Level 3 sampai tanggal 16 Agustus, kelangsungan hidup usaha produksi camilan khas Ciamis, galendo, makin sempoyongan.
Banyak usaha galendo yang sudah "meregang nyawa" (sekarat).
“PPKM dperpanjang lagi, usaha galendo makin sekarat. Sudah tidak bisa apa-apa, hidup tidak mati pun tidak,” ujar H Endut Rohadi, yang akrab dipanggil Mang Endut (69), perajin galendo khas Ciamis, kepada Tribun, Selasa (10/8/2021).
Karena kondisi tak memungkinkan lagi, Mang Endut sejak tanggal 1 Agustus lalu terpaksa menutup pabrik galendonya yang berada di Kapten Harsono Sudiro, Lingkungan Cilame, Ciamis.
Baca juga: PPKM Diperpanjang, PKL di Majalengka Menjerit, Tutupi Biaya Modal Saja Sulit
Sebanyak 16 orang pekerja terpaksa di rumahkan.
“Pabrik terpaksa ditutup, 16 pekerja di rumahkan sejak tanggal 1/8 lalu."
"Buat apa produksi, galendonya sudah tidak ada yang beli."
"Sudah tidak ada wisatawan yang mampir."
"Objek wisata di Ciamis dan Pangandaran sudah tutup sejak awal Juli lalu,” keluhnya.
Semula Mang Endut berencana akan menutup pabrik galendonya hanya untuk waktu 2 minggu.
Harapannya, PPKM tidak diperpanjang dan objek wisata kembali duibuka, terutama objek wisata di Pangandaran.
“Ternyata PPKM-nya diperpanjang kembali."
"Sudah pasti, sebulan ini pabrik tutup total,” ujar Mang Endut.
Mang Endut menyebutkan, dalam kondisi normal setiap harinya pabrik galendo “Rasa Asli Rajanya Galendo” miliknya memproduksi 75 kg galendo dan 75 kg minyak kletik dengan bahan baku 1.000 butir kelapa/hari.
Baca juga: Masih PPKM Level 4, Pusat Perbelanjaan di Sukabumi Sudah Buka Tapi Hanya Untuk Penjual Kebutuhan Ini