Ada Pelonggaran di Ciamis, Rumah Makan dan Restoran Buka, Harga Ayam BR Mulai Merangkak Naik
Dalam dua hari berlaku PPKM Level 3, harga ayam ras pedaging jenis broiler (BR) di sentra perunggasan rakyat Jabar di Ciamis naik melejit.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Mega Nugraha
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Dalam dua hari berlaku PPKM Level 3, harga ayam ras pedaging jenis broiler (BR) di sentra perunggasan rakyat Jabar di Ciamis naik melejit.
Harga ayam ras pedaging jenis broiler semula dikisaran Rp 14.000-Rp 15.000/kg hidup (livebird) naik pesat jadi Rp 18.500/kg. Harga ini sudah mendekati biaya pokok produksi (BPP/BEP) yakni kisaran Rp 19.000-Rp 20.000/kg.
“Tadi pagi dilepas dengan harga Rp 18.500/kg. Besok mungkin naik lagi jadi Rp 19.000/kg,” ujar pengelola peternakan ayam Tanjung Mulya Grup panumbangan Ciamis, H Kuswara Suwarman kepada Tribun Rabu (4/8).
Hari Sabtu (31/7) harga ayam BR di kandang menurut Kuswara masih dikisaran Rp 14.000-Rp 15.000/kg.
Baca juga: PPKM Level 3 Diperpanjang di Ciamis Sudah Tidak Ada Penyekatan tapi Kondisi di Alun-Alun Begini
Namun pada hari Selasa (3/8), hari pertama perpanjangan PPKM Level 3, harga ayam BR di tingkat peternak sudah naik jadi Rp 17.000/kg. Terjadi kenaikan harga cukup signifikan.
Hari kedua PPKM Level 3 diperpanjang, Rabu (4/8) harga ayam BR ukuran di atas 2 kg/ekor (ukuran Up) sudah Rp 18.500/kg. Sedangkan yang ukuran kecil (ukuran SS, di bawah 1,5 kg/ekor) malah sudah Rp 22.000/kg.
Terjadinya kenaikan harga ayam BR di tingkat peternak di Ciamis ini diperkirakan adanya pelonggaran aturan menyusul diberlakukannya PPKM Level 3.
Seperti dibukannya warung makan, rumah makan, restoran, sampai resepsi pernikahan secara terbatas yang berdampak pada peningkatan permintaan daging ayam. Selain itu menurut H Kuswara, stok ayam di kandang juga terbatas.
“Sekarang ada peningkatan permintaan. Tetapi stok ayam tidak dikeluarkan sekaligus. Sebagian ditahan. Stok ditahan, harga ayam ikut bergerak naik,” katanya.
Tidak hanya ayam BR, harga ayam ras pedaging jenis layer jantan (pejantan) juga bergerak naik. Harga ayam penjantan yang pada tanggal 28 Juli sekira Rp 19.000-Rp 20.000/kg, pada hari Rabu (4/8/2021) sudah naik menembus angka Rp 21.500/kg.
“Penjantan juga naik, hari ini sudah Rp 21.500/kg,” ujar H Kuswara yang Sekretaris Perkumpulan Peternak Ayam Priangan (P2AP) tersebut.
Namun saat harga ayam ras pedaging naik, harga telur menurut Kuswara justru turun. Dalam tiga hari ini harga telur ayam ras di tingkat peternak di sentra produksi telur Ciamis bertahan diangka Rp 21.800. Turun dari sebelumnya Rp 22.800/kg.
“Harga telur justru turun Rp 1.000 tiap kg-nya,” katanya.
Realisasi harga telur ayam ras di beberapa daerah sentra produksi di Jabar cukup beragam. Seperti di Ciamis, Banjar dan Tasikmalaya Rp 21.800/kg, Cirebon, Kuningan Rp 22.000, Bandung Raya Rp 21.800, Bekasi Rp 21.600-Rp 22.000/kg. Sedangkan di Bogor, Cianjur dan Sukabumi lebih bagus, yakni Rp 22.200/kg (andri m dani)