Breaking News:

Setelah Hadirkan Masker Antivirus, Shafira Group Menggelar Vaksinasi untuk Karyawan dan Masyarakat

Salah satunya dilakukan perusahaan SHAFCO/ Shafira Group dengan menggelar vaksinasi gratis untuk karyawan, keluarga karyawan, dan masyarakat umum

TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD NANDRI PRILATAMA
Vaksinasi massal di SHAFCO Grup/Shafira di Jalan Rumah Sakit, Kecamatan Cinambo, Jumat (23/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah pusat telah menargetkan untuk melakukan vaksinasi 1 juta vaksin per hari.

Instruksi ini kemudian ditindaklanjuti oleh semua unsur mulai pemerintah daerah hingga perusahaan swasta.

Salah satunya yang dilakukan perusahaan SHAFCO/ Shafira Group dengan menggelar vaksinasi gratis untuk karyawan, keluarga karyawan, dan masyarakat umum di sekitar perusahaan, Jumat (23/7/2021) sebanyak 250 orang.

Direktur Utama Shafira Group, Deny Setiawan mengatakan vaksinasi ini bentuk kontribusi perusahaannya dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

Kondisi kasus penyebaran Covid-19 di Kota Bandung masih tinggi dengan per harinya mencapai ratusan kasus baru, sehingga perlu adanya percepatan vaksinasi untuk menciptakan herd immunity.

"Kami berinisiatif menggelar vaksinasi gratis ini tak hanya melibatkan karyawan tetapi juga keluarga karyawan dan masyarakat sekitar perusahaan. Rentang usia peserta yang dapat ikut dalam vaksinasi Shafira Group ini adalah remaja minimal 18 tahun hingga lansia," katanya di Jalan Rumah Sakit, Kecamatan Cinambo.

Jenis vaksin yang digunakan ialah sinovac dan pelaksanaan vaksinasi ini, kata Deny, berkolaborasi dengan Polrestabes Bandung.

Shafira Group sangat antusias untuk bersinergi dengan Polrestabes Bandung untuk memberikan vaksin gratis kepada warga yang belum mendapatkannya.

"Sebelum adanya vaksinasi ini, kami sudah distribusikan masker berteknologi antivirus dan paket makanan kepada warga di lingkungan perusahaan dan beberapa wilayah di Kota Bandung," ujarnya. 

HRD SHAFCO, Bambang Juarsa menambahkan pelaksanaan vaksinasi massal ini dilatarbelakangi adanya kondisi penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat. Bahkan, ada beberapa karyawannya yang sempat terpapar.

"Kami juga lihat di website pedulilindungi dengan mengecek NIK karyawan, ternyata banyak yang belum divaksin. Kami total karyawan ada 166 karyawan wilayah Bandung dengan 131 orang di antaranya belum divaksin," katanya seraya mereka akan lakukan vaksinasi dosis dua pada 20 Agustus 2021.

Selama pandemi ini, Bambang menyebut perusahaannya sangatlah berdampak terlebih ketika diterapkannya PPKM darurat. Namun, pihaknya senantiasa mendukung keputusan pemerintah, seperti diberlakukannya WFH kepada sebagian karyawannya.

"Dampak (PPKM) lumayan utamanya pada penjualan kami. Sebab, kami tak lakukan penjualan secara offline melainkan secara online, sehingga memang tetap ada yang masuk dan transaksi penjualan tetap berjalan namun tak seperti saat kondisi normal," ujar Bambang. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved