Breaking News:

Mau Naik Kereta Api Jarak Jauh Selama Libur Idul Adha? Simak Apa Saja Persyaratannya

Para penumpang juga harus menunjukkan sejumlah persyaratan saat check in dan akan diverifikasi oleh petugas boarding.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto, mengatakan, pada 20-25 Juli 2021 penumpang yang diperbolehkan naik kereta api jarak jauh hanya yang bekerja di sektor esensial, kritikal, dan keperluan mendesak. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - PT KAI Daop 3 Cirebon membatasi kriteria penumpang yang akan menaiki kereta api selama libur Idul Adha.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto, mengatakan, pada 20-25 Juli 2021 penumpang yang diperbolehkan naik kereta api jarak jauh hanya yang bekerja di sektor esensial, kritikal, dan keperluan mendesak.

Menurut dia, para penumpang juga harus menunjukkan sejumlah persyaratan saat check in dan akan diverifikasi oleh petugas boarding.

"Penumpang yang bekerja di sektor kritikal dan esensial harus menunjukkan surat tanda registrasi pekerja serta surat keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemda setempat," kata Suprapto saat ditemui di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Selasa (20/7/2021).

Selain itu, mereka harus melampirkan surat tugas yang ditandatangani pimpinan perusahaan atau minimal pejabat eselon 2 bagi pegawai pemerintahan.

Ia mengatakan, surat keterangan tersebut harus distempel atau cap basah dan ditandatangani elektronik.

Penumpang kepentingan mendesak untuk keperluan pengobatan pun diwajibkan menunjukkan surat keterangan perjalanan.

Surat keterangan itu antara lain surat rujukan dari rumah sakit, surat pengantar dari perangkat daerah setempat, surat keterangan kematian, dan surat keterangan lainnya.

"Mereka ini adalah pasien yang sakit keras, ibu hamil, dan pengantar jenazah pasien non-Covid-19," ujar Suprapto.

Suprapto menyampaikan, para penumpang itu pun harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif Covid-19 dari hasil swab test PCR atau rapid test antigen dan telah menjalani vaksinasi minimal dosis pertama.

Namun, pihaknya memberikan kelonggaran bagi pelanggan yang tidak atau belum divaksin karena alasan kesehatan.

"Tapi, harus dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter spesialis bagi penumpang untuk kepentingan mendesak tersebut," kata Suprapto. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved